Pemilik 11 IUP Nikel Dipanggil Dinas ESDM Sultra

Senin, 18 Desember 2017 - 18:49 WIB
Pemilik 11 IUP Nikel...
Pemilik 11 IUP Nikel Dipanggil Dinas ESDM Sultra
A A A
KENDARI - Sebanyak 11 Pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) Nikel di Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), dipanggil Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (18/12/2017). Mereka dipanggil, terkait polemik lahan konsesi PT Antam. Dimana 11 perusahaan ini, disebut bersinggungan atau tumpang tindih dengan lahan PT Antam.

Pertemuan tersebut, meminta penjelasan kepada para pemilik IUP saat proses izin di Blok Mandiodo pada tahun 2010 lalu.

Menurut Direktur Utama PT Karya Murni Sejati 27, Tri Wicaksono, salah satu perusahaan yang dipanggil Dinas ESDM Sultra, pemanggilan tersebut untuk mendengarkan penjelasan dari 11 pemilik IUP di Mandiodo.

"Tadi kami dengan regulator, SDM, Kehutanan, mendengarkan apa yang kami lakukan sebelumnya terutama investasi. Belum ada solusui, berharap solusinya baik buat kita," kata Tris Wicaksono.

Pemilik 11 IUP di Blok Mandiodo, juga mengklaim, selama ini telah melalui prosedur sesuai aturan dalam pengurusan IUP nikel di lahan seluas kurang dari 2.000 hektare.

"Kita tidak berurusan dengan PT Antam, diberikan izin Pemkab Konawe Utara," timpal Tris.
Menurut mereka, selama ini opini dan pemberitaan sejumlah media massa tidak berimbang, selalu menyudutkan pemilik 11 IUP. "Selama ini opini tidak berimbang, selama ini seakan-akan kami melawan hukum," keluh Tris.

Para pemilik 11 IUP nikel di Mandiodo, tidak ingin memperpanjang masalah ini, mereka hanya ingin melanjutkan usaha sesuai investasi selama ini.

"Sudah selesai di dokumen, Amdal selesai, kita harapkan pemerintah bisa membantu penguasah kecil seprti kami, untuk eksis di dunia pertambangan," ujar Tris Wicaksono mewakili rekan-rekannya.

Sebelumnya, putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Nomor 225.K/TUN/2014 Tanggal 17 Juli 2014, menyatakan bahwa IUP PT Aneka Tambang Tbk. Nomor 158 Tanggal 29 April 2010, untuk dihidupkan kembali.

Atas dasar ini, Dinas ESDM Sultra, berencana mencabut seluruh atau sebagian IUP yang dinilai tumpang tindih dengan lahan yang masuk kawasan IUP PT Antam di Mandiodo.

Namun sejauh ini, Dinas ESDM Sultra, belum melakukan hal tersebut, karena masih menunggu Legal Opinion dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.
(sms)
Berita Terkait
Mengintip Aktivitas...
Mengintip Aktivitas Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi
8 Negara Penguasa Tambang...
8 Negara Penguasa Tambang di Dunia pada 2025, Semua Negara Adikuasa Masuk Daftar
38 Ton Emas Ditemukan...
38 Ton Emas Ditemukan di Tambang Bayannuur, Mongolia
Kecelakaan Tambang Emas...
Kecelakaan Tambang Emas di Zimbabwe, 13 Penambang Tewas dan 34 Orang Masih Terjebak
Polisi Tetapkan Empat...
Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Banyumas
Reklamasi Berkelanjutan:...
Reklamasi Berkelanjutan: PT GAG Nikel Ubah Lahan Tambang Jadi Kawasan Hijau
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
15 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved