Jalan Rusak Menjadi Penyebab Laka Lantas

Selasa, 12 Desember 2017 - 15:06 WIB
Jalan Rusak Menjadi...
Jalan Rusak Menjadi Penyebab Laka Lantas
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Kasus Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) sepanjang 2017 disebabkan rusaknya jalan trans Kalteng. Data ini disampaikan Satuan Lantas Polres Kobar saat konferensi pers akhir tahun, Selasa (12/12/2017) pagi.

Menurut Kasat Lantas Polres Kobar AKP Asdini Pratama Putra, data yang dirilis satuan Lantas hingga 11 Desember 2017 ada 90 kasus kecelakaan sepanjang tahun ini. “Jumlah kejadian kecelakaan baik laka tunggal dan antarkendaraan hingga 11 Desember 2017 ada 90 kejadian. Meninggal dunia 21 orang, luka berat 20 orang, 93 orang luka ringan, dengan kerugian materiil sekira Rp507.900.000,” ujar perwira pertama ini.

Menurut dia, penyebab kecelakaan mayoritas karena jalan yang berlobang dan bergelombang. “Dari data yang kami miliki mayoritas kecelakaan terjadi di jalan luar kota menuju Sampit Kotawaringin Timur. Tepatnya di Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Pangkalan Banteng dan Lada karena jalan rusak. Dan mayoritas kecelakaan roda dua dan antarkendaraan,” bebernya.

Penyebab lainnya, kata dia, karena berkendara dengan kecepatan tinggi, sopir mengantuk, jalan licin karena musim hujan. “Sementara itu dari 90 kasus laka itu sebanyak 4 kasus laka sudah P21 atau sudah dilimpah ke kejaksaan, di SP3 kan ada 15 laka, ditilang ada 62 kasus laka, 10 kasus dalam proses pengembangan, 8 kasus proses penyidikan, 2 kasus penyelidikan (tabrak lari),” paparnya.

Namun, jika dibanding kasus laka pada 2016 jumlahnya cenderung menurun. “Kejadian laka tahun ini jika dibanding tahun lalu 2016 cenderung turun. Tahun lalu ada 100 kasus dan tahun inn 90 kasus,” jelasnya.

Ia berpesan kepada para pengendara roda empat dan dua untuk berhati hati saat berkendara dan mengutamakan keselamatan selama berkendara. “Jika merasa ngantuk dan merasa lelah berhenti untuk istirahat, jangan dipaksakan berkendara saat lelah karena sangat berbahaya,” pungkasnya.
(rhs)
Berita Terkait
Polisi Ini Rela Menambal...
Polisi Ini Rela Menambal Jalan Berlubang Demi Mencegah Lakalantas
Ruas Jalan Lokasi Tewasnya...
Ruas Jalan Lokasi Tewasnya Pemotor yang Jadi Tersangka Kerap Makan Korban
Jalan di Sragen Ini...
Jalan di Sragen Ini Rusak Puluhan Tahun, Sering Terjadi Kecelakaan
Banyak Korban Jiwa,...
Banyak Korban Jiwa, Kasus Kecelakaan di Jalan Tol Masih Tinggi
Geram Jalan Rusak Picu...
Geram Jalan Rusak Picu Kecelakaan, Emak-emak di Medan Gotong Royong Ngecor
Kecelakaan di Jalan...
Kecelakaan di Jalan Kebon Sirih, 3 Mobil Rusak Parah
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
41 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved