Ditolak Puskemas, Bayi 7 Bulan Penderita Muntaber Meninggal Dunia

Senin, 11 Desember 2017 - 19:19 WIB
Ditolak Puskemas, Bayi...
Ditolak Puskemas, Bayi 7 Bulan Penderita Muntaber Meninggal Dunia
A A A
BREBES - Bayi berusia 7 bulan, Icha Selvia meninggal, gara-gara tidak mendapatkan pertolongan medis ketika menderita sakit muntaber. Ibunda Icha, Emiti, warga Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Brebes, Jateng, sebenarnya sudah berusaha agar anaknya mendapakan pertolongan medis.

Namun, sayang saat dibawa ke Puskesmas Sidamulaya pada Sabtu 9 Desember 2017, justru ditolak oleh Petugas Puskemas. Alasanya hanya karena, Emiti tidak dapat menunjukan kartu Keluarga dan Icah belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Icha sendiri mulai terkena muntaber pada Jumat 8 Desember 2017.

Emiti sudah berusaha meminta kepada petugas agar anaknya mendapatkan pemeriksaan dari dokter yang ada di puskemas, namun usahanya sia-sia. Tangisan anaknya yang sudah dalam kondisi lemas, tidak mampu menggoyahkan hati para penjaga puskemas, dan tetap membiarkan Icha tanpa mendapatkan perawatan.

Gagal mendapatkan pengobatan di Puskemas, Emiti mencoba membawa Icha yang kondisinya semakin lemas ke tempat praktek bidan desa. Sayangnya, sang bidan ternyata sedang tidak ada di tepat. Demikian juga ketika dia mendatangi Polindes di balai desa setempat, ternyata juga tutup.

Emiti sebenarnya bisa saja membawa sang anak ke rumah sakit, namun karena tidak memiliki biaya, hal itu urung dilaksanakan. Terlebih dia di rumah hanya sendirian karena sang suami sedang merantau bekerja di kapal.

Dia hanya bisa pasrah melihat anaknya semakin lemas akibat muntaber yang dideritanya. Akhirnya Bayi mungil itu meninggal pada Minggu siang dan langsung dikuburkan pada sore harinya di TPU terdekat sore harinya.

Emiti mengakui mendapatkan penolakan dari Puskemas, dengan alasan tidak membawa KK dan hanya membawa KTP. "Kalaupun saya membawa KK belum tentu juga diterima karena Icha juga belum punya KIS karena masih dalam proses," katanya, Senin (11/12/2017).

Dia mengatakan, saat dirinya membawa Icah ke puskemas ada dua orang penjaga. Dua-duanya menolak memberikan akses pengobatan kepada Icha. Pengamat kebijakan publik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang M.Yulianto, mengaku cukup prihatin dengan peristiwa tersebut. Terlebih peristiwa yang menimpa Icha bukalah yang pertama kalinya.

Dia mengatakan, untuk kebijakan JKN KIS harusnya bisa lebih fleksibel terlebih ketika menyangkut nyawa orang. Tidak bisa, kata dia ketika ada orang yang hendak berobat dalam kondisi kritis kemudian ditolak hanya gara-gara kurang kelengkapan adminstrasi, seperti KK atau Kartu Indonesia Sehat.

"Harusnya bisa lebih fleksibel, yang terpenting adalah pasien mendapatkan penangan terlebih dahulu. Untuk urusan administrasi tentu pihak keluarga yang bertangungjawab untuk memenuhinya. Kalau tidak membawa KK atau kartu KIS bisa menyusul nanti setelah mendapatkan perawatan," katanya.
(wib)
Berita Terkait
Bermain Tanpa Diawasi,...
Bermain Tanpa Diawasi, Balita 2 Tahun Tewas Kecebur Ember Isi Air
Lepas Pengawasan Orang...
Lepas Pengawasan Orang Tua, 4 Balita di Subang Tewas Tenggelam
Balita Tenggelam di...
Balita Tenggelam di Kali Mookevart, Ditemukan Meninggal Mengambang
Miris, Balita Tewas...
Miris, Balita Tewas Tercebur ke Dalam Ember saat Mau Mandi
Ditinggal Ambil Paket,...
Ditinggal Ambil Paket, Balita Tewas Terjatuh dari Lantai 17 Apartemen Kalibata City
Tangis Pecah Saat Bayi...
Tangis Pecah Saat Bayi 3 Tahun yang Tewas Tenggelam di Maros Dimakamkan
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
1 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
3 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
3 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
3 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved