Blokade Jalan, Sopir Angkot Semarang Demo Gubernuran

Senin, 04 Desember 2017 - 14:38 WIB
Blokade Jalan, Sopir...
Blokade Jalan, Sopir Angkot Semarang Demo Gubernuran
A A A
SEMARANG - Ratusan sopir angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Angkutan Umum (FKAU) Jawa Tengah (Jateng) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (4/11/2017). Selain menggelar orasi dan membentangkan berbagai spanduk tuntutan dihentikannya operasional transportasi online, ratusan sopir angkot juga memblokade satu lajur Jalan Pahlawan dari depan Mapolda Jateng hingga Gubernuran.

Dalam aksinya, para sopir angkot yang datang dari berbagai daerah di Jateng tersebut menagih janji Gubernur Ganjar Pranowo untuk menghentikan operasional angkutan online yang kian marak beredar di sejumlah wilayah. "Janji-janji dari Pak Gubernur untuk membersihkan angkutan online ternyata bohong semua," kata Sumitro, seorang sopir.

Menurut dia, operasional angkutan online selama ini telah melanggar aturan karena banyak bupati dan wali kota yang menolak mengeluarkan izin operasional. "Mulai Semarang, Temanggung, Solo dan Banyumas kompak tidak setuju dengan keberadaan angkutan online. Semuanya menolak, tetapi kenapa gubernurnya abai terhadap hal ini," sebutnya.

Dia mengungkapkan bahwa transportasi online juga banyak menyerobot penumpang angkot. Hal itu dikarenakan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah bertindak konyol dengan membiarkan angkutan online beroperasi secara liar di semua daerah. "Menhub jadi biang atas masalah semua ini. Dia tidak bisa mengatur izin angkutan dan selama ini sering membuat ricuh," tegasnya.

Pihaknya juga mengungkapkan, jika saat ini banyak angkot yang bangkrut di tiap daerah lantaran tak bisa memenuhi target setorannya. "Pendapatan kita turun lebih dari 50%. Jika dulu kita bisa nyetor Rp90.000 sekarang mentok cuma Rp40.000," ungkapnya.

Selain itu, keberadaan transportasi online juga berdampak banyak pengusaha angkot yang gagal melakukan peremajaan. Dia mengaku kesulitan melakukan peremajaan ditengah kondisi penumpang yang sepi ditambah beban pajak kendaraan yang sangat tinggi. "Tidak mungkin kita lakukan peremajaan jika pajaknya naik sampai 60%. Tidak ada setoran lalu gimana lagi," ujar Sumitro.
(wib)
Berita Terkait
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan...
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan Pengemudi Online, Tolak Intervensi Berlebihan
Ribuan Pengemudi Angkutan...
Ribuan Pengemudi Angkutan Online di Malang Raya Mogok Massal, Ini Tuntutannya
Aplikator Transportasi...
Aplikator Transportasi Online Baru Marak, Keselamatan Penumpang Dipertanyakan
Mantan Petinggi Amazon...
Mantan Petinggi Amazon dan Microsoft Jadi CTO di Gojek
Naik Ojol, Gojek Imbau...
Naik Ojol, Gojek Imbau Penumpang Bawa Helm Sendiri
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
4 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
5 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
13 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
13 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved