Keluarga Korban Miras Oplosan di Teluknaga Menolak Autopsi
Kamis, 23 November 2017 - 20:33 WIB
Keluarga Korban Miras Oplosan di Teluknaga Menolak Autopsi
A
A
A
TANGERANG - Keluarga korban miras oplosan di Kampung Kebon Sereh, Rt 04/01, Desa Pangkalan, Teluknaga, Kabupaten Tangerang menolak autopsi. Keluarga mengaku ikhlas dengan kematian kerabatnya hingga lebih memilih memakamkannya langsung.
Paman Koharudin, Jiman mengatakan pihaknya menerima kematian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi.
"Sebelum meninggal, korban mengeluhkan sakit perut yang teramat sangat. Kami sudah ikhlas, tidak perlu dilakukan autopsi lagi. Biar langsung dimakamkan saja. Keluarga Alfarizi juga sama," ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/11/2017).
Saat ini korban tewas telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Koharudin meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB kendati sudah mendapat perawatan rumah sakit.
Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Triyani Handayani mengatakan, saat ini dari 5 remaja yang dirawat di rumah sakit, baru Udin Deo (25) yang sudah pulang ke rumah.
Sedangkan Devi (25), sopir angkutan kota, saat ini masih kritis di RS BUN. Lalu ada Dian (22), juga seorang pengangguran, saat ini masih dirawat di rumahnya.
"Juga Iwan (18), seorang pegawai stasta, saat ini masih di rawat di rumahnya, dan Sobar (19), juga karyawan swasta, sebelumnya dirawat, tapi sudah sembuh. Namun, belum kembali kerja," terangnya.
Paman Koharudin, Jiman mengatakan pihaknya menerima kematian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi.
"Sebelum meninggal, korban mengeluhkan sakit perut yang teramat sangat. Kami sudah ikhlas, tidak perlu dilakukan autopsi lagi. Biar langsung dimakamkan saja. Keluarga Alfarizi juga sama," ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/11/2017).
Saat ini korban tewas telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Koharudin meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB kendati sudah mendapat perawatan rumah sakit.
Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Triyani Handayani mengatakan, saat ini dari 5 remaja yang dirawat di rumah sakit, baru Udin Deo (25) yang sudah pulang ke rumah.
Sedangkan Devi (25), sopir angkutan kota, saat ini masih kritis di RS BUN. Lalu ada Dian (22), juga seorang pengangguran, saat ini masih dirawat di rumahnya.
"Juga Iwan (18), seorang pegawai stasta, saat ini masih di rawat di rumahnya, dan Sobar (19), juga karyawan swasta, sebelumnya dirawat, tapi sudah sembuh. Namun, belum kembali kerja," terangnya.
(ysw)