Penutupan Tempat Usaha, Kriminolog Sebut Harus Ada Bukti Kuat

Sabtu, 18 November 2017 - 06:21 WIB
Penutupan Tempat Usaha,...
Penutupan Tempat Usaha, Kriminolog Sebut Harus Ada Bukti Kuat
A A A
JAKARTA - Penutupan tempat usaha diperlukan bukti yang kuat tidak hanya laporan dari masyarakat. Karena, tempat usaha tentunya sudah mengantongi izin.

Hal itu disampaikan Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Ferdinand Andi Lolo. Kata dia, apabila penutupan hanya didasarkan atas laporan tanpa bukti kuat maka hal itu cenderung kurang objektif.

"Perlu diteliti, apakah benar di lokasi itu menjadi tempat pidana seperti narkoba dan prostitusi. Itu harus diteliti betul-betul," kata Ferdinand kepada SINDO, Jumat 17 November 2017.

Kedua, kata dia, harus dikonfirmasi pada manajemen apakah benar mereka mengetahui adanya peredaran narkoba dalam lokasi usahanya. Jika tahu, kata dia, apakah mereka cenderung membiarkan atau tidak. Kalau memang ada pembiaran maka itu patut ditindak.

"Kalau ada kejadian dan itu berpola maka bisa jadi itu dasar untuk melakukan penutupan. Tapi kalau hanya insidentil kejadiannya maka perlu dipertimbangkan lagi karena usaha itu menyangkut hidup karyawan juga," katanya.

Menurutnya sangat tidak fair jika penutupan tempat usaha hanya didasarkan pada laporan masyarakat. Karena hal itu bisa mengarah pada unsur kepentingan tertentu.

"Kalau hanya karena intervensi itu tidak fair. Kalau hanya berdasarkan laporan itu diduga ada kepentingan. Maka dari itu harus ada pembuktian jadi tidak bisa dibantah," paparnya. (Baca: Pemprov DKI Resmi Tutup Secara Permanen Diskotek Diamond )

Menurutnya, otoritas yang akan menutup juga harus bijak. Mereka harus memberikan sistem peringatan terlebih dahulu kepada pengelola usaha. Pemilik usaha juga harus diberikan kesempatan untuk diberikan pembelaan baik secara administrasi dan hukum. "Kalau main tutup itu tidak demokrasi," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
Arman Depari: BNN Akan...
Arman Depari: BNN Akan Bantu DKI Dalam Upaya Banding Terhadap Crown
Crown Menang Gugatan,...
Crown Menang Gugatan, Satgas Anti-Narkoba Tuding Dugaan Permainan Mafia Hukum
Terindikasi Narkoba,...
Terindikasi Narkoba, Satgas Anti Narkoba Desak DKI Cabut Izin Diskotek Top One
Konsumsi Narkoba, Komika...
Konsumsi Narkoba, Komika Coki Pardede Minta Maaf
Kasat Narkoba Polres...
Kasat Narkoba Polres Karawang Jadi Pemasok Narkoba, Politikus Perindo: Miris
Kronologis Kapolsek...
Kronologis Kapolsek Sepatan Ditangkap Gara-gara Konsumsi Sabu
Berita Terkini
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
18 menit yang lalu
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
2 jam yang lalu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
2 jam yang lalu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
2 jam yang lalu
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
2 jam yang lalu
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
2 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved