Perampok Bertato 212 di Jidat Ditembak Polisi di Senen
Rabu, 15 November 2017 - 23:45 WIB
Perampok Bertato 212 di Jidat Ditembak Polisi di Senen
A
A
A
JAKARTA - Komplotan perampok yang kerap beraksi di sekitar Kawasan Stasiun Senen, Jakarta Pusat dibekuk petugas Polrestro Jakarta Pusat. Ketua komplotan bernama Jabrik (38) memiliki tatot 212 di jidatnya yang diyakini dapat membuatnya kebal dari sabetan senjata tajam.
Selain Jabrik, petugas juga meringkus dua temannya yakni, Setin (32) dan Ade (37). Kapolrestro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, dalam melakukan aksinya komplotan Jabrik terbilang nekat karena tak segan-segan melukai korbannya setelah melakukan perampasan.
Terakhir kali komplotan ini beraksi pada awal November 2017 lalu di Monumen Kesetiakawanan Nasional. Saat itu korban yang sedang menunggu jemputan dihampiri komplotan ini dan merampas ponsel.
"Komplotan Jabrik ini ditangkap di depan Gedung Bioskop Grand Senen. Jabrik terpaksa ditembak kakinya karena melawan saat akan ditangkap," kata Suyudi pada wartawan Rabu (15/11/2017)
Menurut Suyudi, Jabrik merupakan residvis kasus pembunuhan dan telah menjalani masa tahanan selama 8 tahun. Sedangkan Setin juga sering bolak-balik sel karena kasus pencurian.
Kepada polisi, Jabrik mengaku tato di jidatnya melambangkan kesaktian bak Wiro Sableng. Dengan harapan, saat beraksi benda tajam tidak mampu melukainya.
"Ini (ditato) waktu mabuk kecubung Pak. Biar pada takut orang-orang. Waktu itu saya bunuh masinis di Stasiun Senen," ungkap Jabrik tanpa rasa penyesalan. Ketiga tersangka akan dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.
Selain Jabrik, petugas juga meringkus dua temannya yakni, Setin (32) dan Ade (37). Kapolrestro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, dalam melakukan aksinya komplotan Jabrik terbilang nekat karena tak segan-segan melukai korbannya setelah melakukan perampasan.
Terakhir kali komplotan ini beraksi pada awal November 2017 lalu di Monumen Kesetiakawanan Nasional. Saat itu korban yang sedang menunggu jemputan dihampiri komplotan ini dan merampas ponsel.
"Komplotan Jabrik ini ditangkap di depan Gedung Bioskop Grand Senen. Jabrik terpaksa ditembak kakinya karena melawan saat akan ditangkap," kata Suyudi pada wartawan Rabu (15/11/2017)
Menurut Suyudi, Jabrik merupakan residvis kasus pembunuhan dan telah menjalani masa tahanan selama 8 tahun. Sedangkan Setin juga sering bolak-balik sel karena kasus pencurian.
Kepada polisi, Jabrik mengaku tato di jidatnya melambangkan kesaktian bak Wiro Sableng. Dengan harapan, saat beraksi benda tajam tidak mampu melukainya.
"Ini (ditato) waktu mabuk kecubung Pak. Biar pada takut orang-orang. Waktu itu saya bunuh masinis di Stasiun Senen," ungkap Jabrik tanpa rasa penyesalan. Ketiga tersangka akan dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.
(whb)