PPP: Tak Mutlak Golkar Bisa Ajukan Kadernya Jadi Pendamping Emil
Jum'at, 10 November 2017 - 15:52 WIB
PPP: Tak Mutlak Golkar Bisa Ajukan Kadernya Jadi Pendamping Emil
A
A
A
BANDUNG - Ketua PPP Romahurmuziy (Romi) menyambut baik dukungan yang diberikan Partai Golkar kepada Ridwan Kamil di ajang Pilgub Jawa Barat 2018. Namun Romi menegaskan, meski memiliki suara paling banyak Golkar tidak mutlak bisa mengajukan kadernya sebagai pendamping Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil.
Dia beralasan, pendamping Emil yang dipilih harus mampu memenuhi kebutuhan yang ada, meskipun tidak berasal dari partai terbesar. "Kita bicara pilkada, bicara elektabilitas (calon). Setinggi-tingginya elektabilitas parpol, kalau dia tidak memiliki calon dengan elektoral baik, dia tidak akan bisa mengajukan siapa-siapa,” katanya seusai memberikan ceramah umum di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Jumat (10/11/2017).
Disinggung keinginan Partai Golkar untuk menduetkan Emil dengan Daniel Mutaqien Syafiuddin, Romi menghargai keinginan tersebut. Namun, dia menegaskan, koalisi parpol yang telah lebih dulu mengusung Emil sepakat mengedepankan sosok agamis sebagai pendamping Emil.
"Belum ada pikiran Daniel diusung. Koalisi awal, NasDem, PKB, PPP lebih cenderung memasangkan (Emil dengan) santri," sebutnya.
Dia beralasan, pendamping Emil yang dipilih harus mampu memenuhi kebutuhan yang ada, meskipun tidak berasal dari partai terbesar. "Kita bicara pilkada, bicara elektabilitas (calon). Setinggi-tingginya elektabilitas parpol, kalau dia tidak memiliki calon dengan elektoral baik, dia tidak akan bisa mengajukan siapa-siapa,” katanya seusai memberikan ceramah umum di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Jumat (10/11/2017).
Disinggung keinginan Partai Golkar untuk menduetkan Emil dengan Daniel Mutaqien Syafiuddin, Romi menghargai keinginan tersebut. Namun, dia menegaskan, koalisi parpol yang telah lebih dulu mengusung Emil sepakat mengedepankan sosok agamis sebagai pendamping Emil.
"Belum ada pikiran Daniel diusung. Koalisi awal, NasDem, PKB, PPP lebih cenderung memasangkan (Emil dengan) santri," sebutnya.
(wib)