Taufik: Banyak Program Anies-Sandi Tak Masuk KUA-PPAS APBD 2018

Jum'at, 10 November 2017 - 05:04 WIB
Taufik: Banyak Program...
Taufik: Banyak Program Anies-Sandi Tak Masuk KUA-PPAS APBD 2018
A A A
JAKARTA - Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) DKI Jakarta 2018 hingga kini masih terus digodok di DPRD.

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan, pembahasan KUA-PPAS APBD 2018 masih dibahas di masing-masing komisi. Berdasarkan pembahasan yang dimulai sejak Senin (6/11) hingga Kamis (9/11/2017, pihaknya menemukan banyak kegiatan yang tidak mencerminkan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Bahkan nomenklaturnya tidak ada kaitannya dengan visi-misi Anies-Sandi.

"Visi-misinya Anies-Sandi kan jelas, yakni Maju Kotanya, Bahagia Warganya, dan ada 23 program janji. Ini (KUA-PPAS APBD), jangankan kegiatan, nomenklaturnya saja tidak ada sama sekali yang berkaitan dengan itu (visi misi Anies- Sandi)," ujar Taufik. (Baca: Banggar DPRD Cocokkan Plafon APBD 2018 dengan Visi-Misi Anies-Sandi)

Adapun visi-misi Anies-Sandi yang belum terakomodir sepenuhnya di KUA-PPAS APBD 2018 antara lain program DP rumah 0 rupiah dan One Kecamatan One Enteurprenr (OK Oce). "Saya melihat masih banyak perangkat daerah yang belum paham dengan visi-misi Anies-Sandi. Itulah pentingnya paripurna istimewa pidato Anies-Sandi dilakukan," jelasnya.

Kendati demikian, Taufik optimistis APBD DKI 2018 dapat diparipurnakan pada 27 November mendatang. Dengan demikian, awal 2018, program-program kegiatan yang menjadi prioritas Anies-Sandi dapat dijalankan. "Kami hanya membahas lebih detail KUA-PPAS yang totalnya sekitar Rp76 triliun, bukan memperlambat. Kami optimistis selesai pada 27 November," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati menuturkan, pembahasan KUA-PPAS dalam banggar dan sub banggar berguna untuk menyisir program yang dinilai belum berpihak kepada kelompok masyarakat menengah ke bawah sebagaimana arahan Gubernur Anies. Sayang Tuty enggan menyebutkan nilai KUA-PPAS yang diusulkan itu.

"Inikan belum final. Ini lagi disisir mana yang prioritas mana yang tidak. Fokusnya kan jelas, berpihak kepada yang lemah. Priroitasnya lebih kepada pembangunan manusia. Soal mekanisme pelaksanaannya, tanyakan SKPD masing-masing," tandasnya.
(thm)
Berita Terkait
APBD DKI Jakarta 2024...
APBD DKI Jakarta 2024 Diperkirakan Rp81,58 Triliun
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
PKB: APBD DKI Diprioritaskan...
PKB: APBD DKI Diprioritaskan untuk Pembangunan Masyarakat
Berita Terkini
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
53 menit yang lalu
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
1 jam yang lalu
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
10 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
12 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
13 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
14 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved