Jajaran Polda DIY Tak Kompak Tangani Kasus Penggelapan Mobil

Kamis, 09 November 2017 - 17:34 WIB
Jajaran Polda DIY Tak...
Jajaran Polda DIY Tak Kompak Tangani Kasus Penggelapan Mobil
A A A
YOGYAKARTA - Jefry Darmawan mengeluhkan penanganan kasus penggelapan yang dilaporkannya ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Warga Nandan Griya Idaman, Ngaglik, Sleman ini tak habis pikir kasus penggelapan delapan buah mobil dan dugaan pemalsuan BPKB yang menimpanya sampai saat ini tak kunjung beres.

Padahal kasus kasus itu sudah ditangani polisi sejak tiga tahun lalu. Tak hanya itu, dalam menangani kasus ini polisi juga memberikan keterangan yang bertolak belakang.

Pelaku penggelapan Andre Susanto juga tak kunjung ditangkap meski sudah dikeluarkan daftar “Sampai sekarang kasus yang saya laporkan sejak 2014 belum ada titik terang. Pelaku juga belum ditangkap,” jelas Jefery kepada wartawan Rabu siang 8 November. pencarian orang (DPO) oleh polisi.

Ramdlon Naning, kuasa hukum Jefry menjelaskan, kasus ini bermula dari kerjasama bisnis jual beli mobil antara Jefry Darmawan dan terlapor. Namun dalam perkembangannya terlapor justru menggelapkan delapan buah mobil dan memalsu delapan buah BPKB mobil milik korban. Total kerugian yang dialami korban sekitar Rp2,7 miliar.

Oleh korban kasus ini dilaporkan ke polisi pada Februari 2014. Dalam perkembangannya penyidik mengaku telah melakukan pemblokiran terhadap delapan buah BPKB mobil yang dilaporkan korban.

Sesuai surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) bernomor B/102/II/2015 Ditreskrimum yang ditandatangani Wadirreskrimum saat itu AKBP Djuandani Raharjo Puro tertanggal 5 Februari 2015, disebutkan bahwa penyidik sudah melakukan pemblokiran terhadap delapan buah BPKB mobil yang dilaporkan korban.

Perihal pemblokiran delapan BPKB ini juga dikuatkan oleh SP2HP bernomor B/669/X/2015/Ditreskrimum pada 8 Okotober 2015 yang ditandatangani oleh Kasubdit Kamneg saat itu Kompol GM Saragih.

Dalam suratnya Saragih menjelaskan bahwa pihaknya teah melakukan tindakan berupa pemblokiran kendaraan roda empat di Ditlantas Polda DIY,Polres Magelang dan Polda Metro Jaya.

Namun keterangan SP2HP yang dikirim penyidik kepada korban ini bertolak belakang dengan keterangan yang diberikan oleh Ditlantas Polda DIY. Dalam surat bernomor B/5515/X/2015/Ditlantas tertanggal 15 Oktober 2015 yang ditandatangani oleh Dirlantas saat itu Kombes Tulus Ikhlas Pamoji disebutkan bahwa belum ada permohonan pemblokiran dari penyidik sehingga pemblokiran belum bisa dilakukan.

Dalam suratnya Tulus Pamoji menyebut pemblokiran bisa dilakukan jika sudah ada permintaan dari penyidik.

“Keterangan Direskrim dan Ditlantas bertolak belakang terkait pemblokiran delapan BPKB mobil yang digelapkan tersebut. Mana yang benar? Sudah diblokir atau belum?,” ujar Ramdlon.

Selain perbedaan keterangan, Ramdlon juga mempertanyakan tak kunjung ditangkapnya tersangka penggelapan oleh polisi. Ramdlon menyakini jika polisi mau, kasus ini bisa segera dituntaskan dan pelaku pasti bisa segera ditangkap.

“Menangani kasus yang berat saja seperti terorisme polisi mampu kok, apalagi hanya kasus seperti ini. Ini kasus yang sederhana, tinggal kemauan saja,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Biro Humas Jogja Police Watch (JPW) Baharudin Kamba mendorong polisi segera menuntaskan kasus ini apalagi kasus ini sudah empat tahun ditangani. JPW juga mendesak Kapolda menindak tegas adanya dugaan anggota polisi yang terlibat dalam kasus penggelapan ini.

“Kami mendengar info ada dugaan keterlibatan oknum. Ini jadi momen polisi untuk menunjukkan keseriusannya membersihkan internal,” tegasnya.

Kamba juga mendesak polisi segera menangkap tersangka penggelapan ini yang juga sudah dijadikan DPO. “Melacak pelaku teror saja bisa, apalagi cuma kasus seperti ini. Polisi pasti mampu,” jelasnya.
(sms)
Berita Terkait
Modal Penampilan Keren,...
Modal Penampilan Keren, PR Berhasil Gelapkan 8 Mobil Rental
Dugaan Penggelapan,...
Dugaan Penggelapan, Menteri Keuangan Qatar Ditangkap
Penggelapan Uang Pajak...
Penggelapan Uang Pajak di Samsat, Kantor Bapenda Banten Digeledah Kejati
Kasus Dugaan Penggelapan...
Kasus Dugaan Penggelapan BPHTB dan Pajak Pembelian Tanah Berakhir Damai
Makan Uang Perusahaan...
'Makan' Uang Perusahaan Ratusan Juta, Sales Diciduk Polres Kobar
Terlibat Penggelapan...
Terlibat Penggelapan 11 Mobil, Seorang ASN dan Sohibnya Dicokok Polres Batang
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
6 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
7 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
7 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
13 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
14 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
15 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved