Pemrov DKI Segera Tertibkan Permukiman Liar

Senin, 06 November 2017 - 08:23 WIB
Pemrov DKI Segera Tertibkan...
Pemrov DKI Segera Tertibkan Permukiman Liar
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta bakal melakukan penertiban sejumlah permukiman liar yang berada di bantaran kali. Sebab, proses pengerukan atau normalisasi kali hingga kini masih terkendala karena keberadaan permukiman tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, permukiman liar yang berada di Jakarta seperti di Kanal Banjir Barat (KBB), Tanah Abang, Jakarta Pusat akibat lemahnya pengawasan. Anies pun berjanji akan meningkatkan pengawasan dan bahkan menertibkan permukiman liar tersebut.

”Untuk di kawasan Tanah Abang, Pak Wali Kota Jakarta Pusat sudah melaporkan dan kita akan segera tertibkan,” kata Anies di Cilincing, Jakarta Utara, kemarin.

Anies menjelaskan, Dinas Sumber daya Air (SDA) DKI Jakarta saat ini tengah melakukan pengerukan di beberapa sungai. Salah satunya yakni di sepanjang KBB. Namun, karena terdapat permukiman liar sejumlah alat berat tidak dapat masuk untuk melakukan pengerukan. Untuk itu, permukiman liar tersebut harus segera ditetibkan. Dia akan terlebih dahulu mendengar kesiapan wali kota terkait waktu penertiban tersebut.

”Karena sekarang sedang dilakukan pengerukan, itu membutuhkan spek dan permukiman-permukiman liar itu amat mengganggu proses pengerukan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengatakan, normalisasi kali yang menjadi solusi utama dalam menangani banjir di Ibu Kota kerap terkendala bangunan liar. Dimana, kali yang seharusnya memiliki lebar 20 meter, menyempit menjadi lima meter karena adanya bangunan liar tersebut.

Seperti yang terjadi di Kali Krukut, Mampang, kali penghubung Sarua dan Pulo Jakarta Selatan. Meski diakuinya, ada juga bangunan-bangunan yang berdiri di bantaran kali tersebut yang memiliki sertifikat dan tidak semuanya liar.

”Garis Sepadan Kali (GSK) itu 20 meter dengan masing-masing kiri kanan kali dibuat jalan inspeksi 7,5 meter. Nah bangunan di GSK harus ditertibkan juga,” ungkapnya.

Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Nirwono Joga meminta Gubernur Anies turun langsung ke masyarakat sebelum melakukan penertiban bangunan liar ataupun bangunan bersertifikat di bantaran kali. Termasuk di lokasi yang rawan banjir. Kemudian, jelaskan rencana penataan kawasan bebas banjir dalam 5 tahun ke depan bersama warga lokal.

”Ajak warga membersihkan saluran dan sumur resapan. Gubernur Anies harus fokus terhadap konsep mengatasi banjir dengan vertikal drain, yakni menampung air untuk diresapkan ditampung (tempat dataran rendah) dengan membuat kolam penampung air sampai dengan waduk atau danau buatan,” jelasnya.

Sebelumnya, di era kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sejumlah permukiman liar yang berada di bantaran kali juga digusur. Permukiman warga yang digusur di antaranya, Kampung Akuarium, Pasar Ikan, permukiman Luar Batang, Jakarta Utara. Alasannya, kawasan itu akan dijadikan tempat wisata bahari dan religi di sekitar Masjid Luar Batang.

Selain itu, kawasan Kalijodo yang berada di sebagian wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Alasannya untuk mengembalikan Ruang Hijau Terbuka (RTH) agar bisa mencapai target 30%. Kemudian, penggusuran Kampung Pulo, Jakarta Timur. Alasannya, agar program normalisasi kali Ciliwung berjalan lancar.

Penggusuran juga dilakukan di daerah Bidaracina, Jakarta Timur. Sebab daerah tersebut terkena imbas normalisasi Sungai Ciliwung karena akan dibuat sodetan. Kemudian, permukiman Bukit Duri, Jakarta Selatan. Alasannya, bangunan tersebut berada di bibir Sungai Ciliwung yang akan dinormalisasi.

Tidak hanya itu, permukiman warga di daerah Pinangsia, Jakarta Barat juga digusur karena berada di pinggiran sungai anak kali Ciliwung. Penggusuran permukiman warga Kemayoran, Jakarta Pusat. Termasuk permukiman warga di Waduk Pluit, Jakarta Utara untuk kepentingan proses normalisasi waduk tersebut.

Permukiman warga di Menteng Dalam, Jakarta Selatan juga digusur Pemprov DKI Jakarta karena berada di atas saluran air sepanjang 500 meter. Termasuk permukiman warga di Kali Krukut, Petojo, Jakarta Pusat guna menormalisasi Kali Krukut. Terakhir adalah, bangunan yang berada di Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan. (Bima Setiyadi)
(nfl)
Berita Terkait
Warga yang Bangun Tenda...
Warga yang Bangun Tenda di Depan JIS Akhirnya Setuju Pindah ke Rusun Nagrak
Jebak Harimau Liar di...
Jebak Harimau Liar di Pemukiman Warga, Kambing Dijadikan Umpan
Duh! Masih Banyak Lho...
Duh! Masih Banyak Lho Masyarakat yang Tinggal di Pemukiman Kumuh
Warga Ancam Seret Lurah...
Warga Ancam Seret Lurah Kayuringin Jaya jika Tak Bongkar Bangunan Liar Ormas
Tahap Awal Pembangunan,...
Tahap Awal Pembangunan, Progres Kampung Susun Akuarium Capai 10%
Pemkot Bekasi Gusur...
Pemkot Bekasi Gusur Bangli di Bantaran Kali Sisakan 4 Kantor Ormas, Ada Apa?
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
3 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
3 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
3 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
4 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
6 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
6 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved