Sleman dan Kagoshima Jajaki Kerja Sama Tangani Bencana Erupsi
Kamis, 02 November 2017 - 13:48 WIB
Sleman dan Kagoshima Jajaki Kerja Sama Tangani Bencana Erupsi
A
A
A
SLEMAN - Pemkab Sleman dan Kota Kagoshima Jepang menjajaki kerja sama di bidang penangganan bencana erupsi gunung berapi. Sebagai langkah awal kerja sama itu diwujudkan dalam penandatangan penjajakan kerja sama atau letter of intens (LOI).
LOI ditandatangani oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wali Kota Kagoshima Mori Hiroyuki, di Kagoshima, Jepang, 23 Oktober 2017 lalu. LOI sendiri dibuat dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Jepang, dan Inggris.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan selain sebagai dasar dalam menyusun program dan kegiatan penangganan bencana erupsi, baik di Sleman maupun Kagoshima. LOI ini juga untuk kerja sama di bidang lainnya, seperti pengembangan pariwisata dan ekonomi. “Karena itu, LOI ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam bentuk kesepakatan bersama (MOU) antara Sleman dan Kagoshima,” kata Sri Purnomo dalam keterangan persnya terkait lawatan ke Kagoshima, Jepang pada 23-28 Oktober 2017 di ruang rapat Bupati Sleman, Kamis (2/11/2017).
Sri Purnomo menjelaskan dengan adanya LOI itu, baik Sleman majupun Kagoshima akan saling tukar informasi dalam penangganan bencana erupsi. Sebab sama-sama memiliki gunung berapi yang masih aktif. Di Sleman ada gunung Merapi dan di Kagoshima ada gunung Sakurajima. "Dengan LOI ini Sleman dapat belajar tentang teknologi, khususnya dari sisi peralatan, baik untuk pengamatan gunung dan teknologi pengendalian banjir lahar serta pembangunan sabo," jelasnya.
Sedangkan Kagoshima bisa belajar tentang bagaimana Sleman dalam menanggani warga saat terjadi bencana. Terutama dalam mengevaluasi, melatih, dan mengkoordinasi masyarakat saat bencana erupsi yang berbasis dengan kearifan lokal, termasuk keterlibatan sukarelawan atau volunteer. “Inilah yang menjadi ketertarikan Kagoshima untuk menjalin kerja sama dengan Sleman. Meski sudah memiliki peralatan canggih, namun warga hanya sebagai objek saja,” terangnya.
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman Sri Winarti menambahkan selain melakukan LOI, dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman juga mempresentasikan lesson learn tentang penanganan bencana pada Erupsi 2010 dan mengikuti rapat koordinasi antara kota Kagoshima dengan instansi di Jepang yang membidangi soal bencana. "Bupati juga diperkenalkan dengan peralatan pengamatan aktivitas gunung, pengendali banjir lahar, serta teknologi pembangunan sabo," tambahnya.
LOI ditandatangani oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wali Kota Kagoshima Mori Hiroyuki, di Kagoshima, Jepang, 23 Oktober 2017 lalu. LOI sendiri dibuat dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Jepang, dan Inggris.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan selain sebagai dasar dalam menyusun program dan kegiatan penangganan bencana erupsi, baik di Sleman maupun Kagoshima. LOI ini juga untuk kerja sama di bidang lainnya, seperti pengembangan pariwisata dan ekonomi. “Karena itu, LOI ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam bentuk kesepakatan bersama (MOU) antara Sleman dan Kagoshima,” kata Sri Purnomo dalam keterangan persnya terkait lawatan ke Kagoshima, Jepang pada 23-28 Oktober 2017 di ruang rapat Bupati Sleman, Kamis (2/11/2017).
Sri Purnomo menjelaskan dengan adanya LOI itu, baik Sleman majupun Kagoshima akan saling tukar informasi dalam penangganan bencana erupsi. Sebab sama-sama memiliki gunung berapi yang masih aktif. Di Sleman ada gunung Merapi dan di Kagoshima ada gunung Sakurajima. "Dengan LOI ini Sleman dapat belajar tentang teknologi, khususnya dari sisi peralatan, baik untuk pengamatan gunung dan teknologi pengendalian banjir lahar serta pembangunan sabo," jelasnya.
Sedangkan Kagoshima bisa belajar tentang bagaimana Sleman dalam menanggani warga saat terjadi bencana. Terutama dalam mengevaluasi, melatih, dan mengkoordinasi masyarakat saat bencana erupsi yang berbasis dengan kearifan lokal, termasuk keterlibatan sukarelawan atau volunteer. “Inilah yang menjadi ketertarikan Kagoshima untuk menjalin kerja sama dengan Sleman. Meski sudah memiliki peralatan canggih, namun warga hanya sebagai objek saja,” terangnya.
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman Sri Winarti menambahkan selain melakukan LOI, dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman juga mempresentasikan lesson learn tentang penanganan bencana pada Erupsi 2010 dan mengikuti rapat koordinasi antara kota Kagoshima dengan instansi di Jepang yang membidangi soal bencana. "Bupati juga diperkenalkan dengan peralatan pengamatan aktivitas gunung, pengendali banjir lahar, serta teknologi pembangunan sabo," tambahnya.
(wib)