Gubernur Bali Bantah Usir Pengungsi Gunung Agung

Selasa, 31 Oktober 2017 - 05:58 WIB
Gubernur Bali Bantah...
Gubernur Bali Bantah Usir Pengungsi Gunung Agung
A A A
DENPASAR - Gubernur Bali I Made Mangku Pastika membantah rumor yang beredar jika para pengungsi Gunung Agung yang mencapai 150 ribu jiwa harus kembali ke rumah masing-masing.

Seperti diketahui bahwa status Gunung Agung saat ini sudah berada di level III. Menurutnya, setelah penurunan level tersebut hanya enam desa yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) dengan radius 6-7,5 km dan jumlah penduduk sekitar 47 ribu jiwa.

“Jadi sisanya kami tidak paksa, jika ingin pulang silakan bukan berarti ngusir, atau masih mau bertahan di pengungsian tidak apa-apa. Tapi jujur, pasti tidak nyaman hidup di pengungsian, tidur desak-desakkan, tidak bisa kerja dan serba terbatas,” katanya di Denpasar, Senin (30/10/2017).

Pihaknya berharap para awak media bisa meluruskan pemberitaan yang tidak benar beredar di masyarakat, karena penurunan status adalah hasil hitungan dan kewenangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Dia menegaskan persoalan pengungsi bukanlah masalah untung dan rugi. Sebab hal ini sudah menjadi kewajiban Pemerintah memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakatnya.

Dia menjelaskan, semua harus mematuhi arahan dari PVMBG, karena hanya badan itu yang mempunyai otoritas terkait langkah-langkah yang harus dilakukan terkait aktivitas Gunung Agung.

“Jadi kalau statusnya diturunin dan dinyatakan aman untuk kembali ke rumah silakan, bagi masyarakat yang masih termasuk dalam KRB, diminta bertahan di pengungsian tolong dipatuhi. Karena dia yang tahu melalui perhitungan yang modern dan cermat tentang arah letusan jadi tahun 1963 bukanlah menjadi patokan,” jelasnya.

Akan tetapi, semua pihak diharapkan tetap waspada karena kemungkinan erupsi masih ada. Mengenai fasilitasi para pengungsi ke daerah asal, Pastika mengatakan pihaknya sudah menyiapkan truk dan bus bagi para pengungsi yang ingin kembali ke rumah masing-masing, jadi tinggal koordinasi saja dengan pemerintah.

Dia juga menambahkan, selama masih ada pengungsi, maka status tanggap darurat akan terus berlangsung, karena terkait dengan masalah logistik.
(rhs)
Berita Terkait
Kebakaran Hutan Lereng...
Kebakaran Hutan Lereng Gunung Agung
4 Pendaki Tersesat di...
4 Pendaki Tersesat di Gunung Agung Bali Ditemukan Selamat
Aktivitas Vulkanik Menurun,...
Aktivitas Vulkanik Menurun, Status Gunung Agung Jadi Waspada
Viral! Bocah Perempuan...
Viral! Bocah Perempuan 6 Tahun Taklukkan Gunung Agung
Aktivitas Guguran Meningkat,...
Aktivitas Guguran Meningkat, Jumlah Pengungsi Merapi di Sleman Terus Bertambah
Pengungsi Merapi di...
Pengungsi Merapi di Tlogolele Tinggal di Bilik Sederhana, Begini Kondisinya
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
2 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
12 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
12 jam yang lalu
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved