Keresahan Ano di RS Polri Menunggu Kejelasan Nasib Anaknya
Jum'at, 27 Oktober 2017 - 18:15 WIB
Keresahan Ano di RS Polri Menunggu Kejelasan Nasib Anaknya
A
A
A
JAKARTA - Seorang pria bernama Ano (49) tampak sedih menunggu di posko ante mortem RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Pria asal Desa Batu Layang Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat itu masih berharap ada kejelasan soal nasib putranya yang bernama Gugun Gunawan (17).
Kepada awak media, Ano mengatakan bahwa putranya belum lama bekerja di PT Panca Buana Cahya. "Anak saya namanya Gugun Gunawan. Dia kerja di pabrik petasan itu. Baru 4 bulan kerja," kata Ano di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (27/10/2017).
Ano menambahkan, Gugun sempat mengatakan akan pulang ke kampung halaman beberapa waktu yang lalu. "Bilangnya tahun baru mau pulang dulu. Itu belum satu bulan ngomongnya," tambahnya.
Gugun juga dikabarkan baru mengirim uang Rp500 ribu saat menelepon dirinya sebulan yang lalu. Uang itu diminta ditabung agar bisa membeli motor.
"Enggak ada firasat apa-apa. Pernah nelpon sebulan yang lalu, dia kirim uang Rp500 ribu mau ditabung beli motor," tutupnya.
Saat ini ia masih menunggu keberadaan putranya. Ia berharap anak laki-lakinya selamat dari peristiwa tragis kebakaran pabrik petasan di Kosambi yang terjadi pada Kamis 26 Oktober 2017 kemarin.
Kepada awak media, Ano mengatakan bahwa putranya belum lama bekerja di PT Panca Buana Cahya. "Anak saya namanya Gugun Gunawan. Dia kerja di pabrik petasan itu. Baru 4 bulan kerja," kata Ano di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (27/10/2017).
Ano menambahkan, Gugun sempat mengatakan akan pulang ke kampung halaman beberapa waktu yang lalu. "Bilangnya tahun baru mau pulang dulu. Itu belum satu bulan ngomongnya," tambahnya.
Gugun juga dikabarkan baru mengirim uang Rp500 ribu saat menelepon dirinya sebulan yang lalu. Uang itu diminta ditabung agar bisa membeli motor.
"Enggak ada firasat apa-apa. Pernah nelpon sebulan yang lalu, dia kirim uang Rp500 ribu mau ditabung beli motor," tutupnya.
Saat ini ia masih menunggu keberadaan putranya. Ia berharap anak laki-lakinya selamat dari peristiwa tragis kebakaran pabrik petasan di Kosambi yang terjadi pada Kamis 26 Oktober 2017 kemarin.
(ysw)