Jakarta Kota Berbahaya bagi Perempuan, Ini yang Akan Dilakukan Anies

Jum'at, 20 Oktober 2017 - 10:48 WIB
Jakarta Kota Berbahaya...
Jakarta Kota Berbahaya bagi Perempuan, Ini yang Akan Dilakukan Anies
A A A
JAKARTA - Pemimpin baru DKI Jakarta berkomitmen menjamin keamanan warganya, termasuk untuk kalangan perempuan. Gubernur Anies Baswedan memastikan sudah menyiapkan sejumlah program untuk mewujudkan kondisi tersebut.

Kepastian adanya perhatian keamanan terhadap perempuan ditetapkan untuk merespons survei Yayasan Thomson Reuters yang menyebutkan Jakarta masuk dalam urutan kesembilan kota besar di dunia yang paling berbahaya untuk perempuan. Anies menyatakan bahwa keamanan perempuan merupakan janji kampanye yang harus diwujudkan.

Poin kampanye dimaksud adalah targetnya membuat Jakarta aman sebagai kota hijau dan kota ramah yang sejuk dan aman bagi siapa pun, termasuk perempuan. Namun mantan Rektor Universitas Paramadina itu menandaskan, upaya mewujudkan keamanan tidak bisa dilakukan Pemprov DKI Jakarta sendiri. Peran serta pihak lain untuk memastikan Jakarta aman sangat dibutuh kan.

"Kita ingin gerakan seluruh warga untuk terlibat di dalam menjaga lingkungan sehingga aman karena seluruh warga terlibat,” kata Anies di Balai Kota, Kamis (19/10/2017).

Untuk mewujudkan keamanan bagi perempuan, termasuk anak-anak, dari berbagai ancaman seperti praktik pelecehan, kekerasan, diskriminasi serta praktik perdagangan manusia (human trafficking), Anies akan mengaktifkan 267 rumah aman, merevitalisasi unit reaksi cepat perlindungan perempuan berbasis aplikasi bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Jakarta, dan memberi subsidi bantuan hukum bagi korban. Anies lebih jauh bahkan ingin memuliakan perempuan. Untuk mewujudkan harapan tersebut, Anies akan memberikan bantuan khusus, memberikan cuti khusus bagi suami selama proses kelahiran anak.

Dalam surveinya, Thomson Reuters Foundation menempatkan Jakarta di urutan kesembilan kota besar paling tidak aman untuk perempuan dari 19 kota besar dunia yang disurvei. Hasil itu merupakan nilai rata-rata dari empat indikator utama seperti angka pelecehan seksual, adat istiadat yang merendahkan, akses kesehatan, dan ekonomi yang buruk.

Peringkat disusun berdasarkan jajak pendapat Thomson Reuters Foundation terhadap 380 pemerhati atau aktivis perempuan. Mereka pada intinya menanyakan bagaimana kondisi perempuan di 19 kota besar di dunia, terutama mengenai aksi pelecehan seksual, praktik budaya, akses kesehatan, keuangan, dan pendidikan.

Pada kategori pelecehan seksual, Jakarta menempati peringkat ketujuh. Angkanya cukup tinggi. Tapi masih kalah jauh dari Delhi yang berada di posisi pertama. Kota-kota lain yang menjadi tempat dengan pelecehan seksual paling tinggi ialah Sao Paulo, Kairo, Mexico City, Dhaka, dan Istanbul. Setelah itu baru Jakarta.

Untuk kategori akses kesehatan, Jakarta berada di posisi ke-11, satu peringkat lebih tinggi dari Manila. Di kategori tersebut, kaum perempuan paling sulit mendapatkan hak-haknya di Lima, Kinshasa, Karachi, Kairo, Delhi, Sao Paulo, Mexico City, Lagos, dan Buenos Aires. Adapun di kategori ekonomi, Jakarta ada di posisi ke-13.

Sementara itu pada kategori praktik budaya, Jakarta berada di posisi keempat. Adapun posisi tiga besar masih ditempati Kairo, Karachi, dan Dhaka. Kota lain yang juga dianggap melakukan praktik budaya yang merendahkan harkat dan martabat perempuan ialah Kin shasa, Delhi, Lagos, Istanbul, Mexico City, dan Lima.

Secara keseluruhan, Kairo menjadi tempat paling tidak bersahabat bagi kaum perempuan. Kota lainnya yang dianggap berbahaya bagi kaum perempuan ialah Karachi, Kinshasa, Delhi, Lima, Mexico City, Dhaka, Lagos, Jakarta, Istanbul, Sao Paulo, Buenos Aires, New York, Manila, Shanghai, Moskow, Paris, Tokyo, dan London.

Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta mengakui Jakarta memang belum punya social security system yang baik. Dalam beraktivitas dan mobilisasi setiap hari, semua rawan pelecehan dan kekerasan seksual. Lemahnya pengawasan sosial juga menjadi faktor pendukung. Selain itu juga akibat faktor budaya patriarki yang masih terus berkembang dan dikembangkan.

"Misalnya saat kita mengalami pelecehan/kekerasan seksual, saat sangat mungkin kita dilecehkan untuk kedua kalinya oleh si petugas, kemudian kasus-kasus seperti ini juga tidak dituntaskan sehingga efek jera juga tidak muncul," ungkapnya.

Standar prosedur penanganan saat ada masalah juga tidak jelas. Mulai dari apa yang harus dilakukan, harus melapor ke mana, akan dapat apa dari laporan itu tidak jelas. "Secara umum memang di Jakarta belum ada pengamanan sosial yang menjamin keamanan warganya, terutama wanita," paparnya.

Di Jakarta beragam kasus kekerasan terhadap perempuan pernah terjadi pada Jumat, 22 September 2017 lalu. Kala itu pembunuhan terjadi terhadap Murtianingsih alias Nana,29, yang dibunuh dengan cara dicekik. Dalam olah TKP, polisi kemudian mengungkapkan bahwa Nana dibunuh oleh teman kencannya.

Lima hari sebelum pembunuhan Nana, kasus pembunuhan terjadi di Apartemen Laguna di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, 17 September 2017, terhadap Dini Oktviani, 19. Dini tewas dibunuh, Terry,27, yang tergiur dengan mewahnya unit apartemen Dini.

Anggota DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali mempertanyakan survei yang dimaksud, termasuk indikator ketidakamanan yang diung kapkan majalah tersebut. Namun dia sepakat bahwa Kota Jakarta harus terus berbenah untuk meningkatkan keamanan. Di antara yang bisa dilakukan adalah meningkatkan koordinasi dengan kepolisian dan TNI agar memberikan rasa aman kepada masyarakat.
(amm)
Berita Terkait
Survei IPO: Anies Baswedan...
Survei IPO: Anies Baswedan Kepala Daerah Paling Responsif Tangani Covid-19
Anies Bersyukur Jakarta...
Anies Bersyukur Jakarta Jadi Provinsi Paling Demokratis se-Indonesia
Sindir Anies, Warganet...
Sindir Anies, Warganet : Piagam dan Piala Seabrek Gagal Tangani Banjir
Selesai Salat Subuh...
Selesai Salat Subuh di Masjid Nurul Abrar, Anies Cek Piano di Gereja Sion
Kembali Bangun Musala...
Kembali Bangun Musala di Halte Transjakarta, Nitizen : Masya Allah Pak Anies
Soal Izin Reklamasi...
Soal Izin Reklamasi Ancol, Anies: Nanti Dijelasin Lengkap Sekalian
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
22 menit yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
34 menit yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
35 menit yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
1 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
3 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
Kota yang Selama Ini...
Kota yang Selama Ini Menjadi Persembunyian Yakjuj dan Makjuj
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved