Pemkot Bekasi Catat Ada 49 Titik Rawan Banjir
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:49 WIB
Pemkot Bekasi Catat Ada 49 Titik Rawan Banjir
A
A
A
BEKASI - Memasuki musim penghujan, wilayah Bekasi rawan dikepung banjir. Pasalnya, sampai saat ini sejumlah titik banjir yang ada di wilayah berbatasan dengan DKI Jakarta itu rawan diterjang banjir. Salah satu penyebab banjir tersebut dari air kiriman dari Bogor.
Di Kota Bekasi tercatat ada 49 titik rawan banjir yang tersebar di 10 kecamatan. ”Saat ini ada sebanyak 49 titik rawan banjir di Kota Bekasi,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Tri Adhianto, Kamis (19/10/2017). Menurut Tri, sejak 2016 lalu Pemkot Bekasi telah melakukan pengentasan rawan banjir, dan sebanyak 30% titik rawan banjir telah teratasi.
Upaya pengentasan banjir itu, lanjut dia, salah satunya dengan pembangunan folder yang terbagi di kawasan IKIP dengan biaya Rp20 miliar, Perumahan Bumi Satria Kencana Rp20 miliar, kawasan Sasak Jarang Rp30 miliar, dan kawasan Aren Jaya dengan biaya Rp10 miliar.
”Tahun ini kita bangun Bendung Koja seluas 2,5 hektare, semua anggaran dari APBD Kota Bekasi,” ujarnya. Untuk anggaran pengentasan banjir pada 2017 dianggarkan Rp300 miliar dari APBD 2017. Termasuk pembelian pompa yang bisa dipakai di daerah rawan genangan air.
Daerah rawan banjir yang jumlahnya mencapai 49 titik terbagi di Kecamatan Jatiasih delapan titik, Kecamatan Bekasi Selatan tujuh titik, Kecamatan Rawalumbu lima titik, Kecamatan Bekasi Timur delapan titik, Kecamatan Bekasi Utara tiga titik, Kecamatan Bekasi Barat enam titik. Lalu Kecamatan Pondokmelati dua titik, Kecamatan Pondokgede lima titik, Kecamatan Medansatria tiga titik, dan Kecamatan Mustikajaya dua titik.
Saat ini, uintuk mengantisipasi air kiriman dari Bogor, pihaknya sudah berkordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane-Cileungsi (BWSCC). Tujuannya adalah dengan melakukan penguatan tanggul di bantaran Kali Bekasi. Sejumlah tanggul yang ada di bantaran Kali Bekasi itu diantaranya tanggul di Kemang IFI, Perumahan Pondokgede Permai, Kompleks Depnaker, Perumahan Pondok Mitra Lestari.
Tri mengungkapkan, seluruh proyek kegiatan pengentasan banjir hampir seluruhnya selesai. Meski begitu, pemerintah daerah masih fokus membenahi masalah banjir yang kerap datang secara tiba-tiba.”Kalau menghadapi banjir kita siap. Tapi untuk penanganannya masih banyak yang perlu dilakukan,” jelasnya.
Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Yudi Saptono menambahkan, penanganan banjir selama ini hanya memfokuskan kepada titik rawan saja. Seharusnya sumber banjir yang harus menjadi perhatian.
”Termasuk melakukan perbaikan Kali alam,” tambahnya. Tahun ini, kata dia, normalisasi Kali alam akan di fokuskan di daerah aliran sungai (DAS). Saat ini normalisasi itu akan melibatkan DKI. Sebab, aliran normalisasi itu berada di kawasan Bantar Gebang yang dikerjasamakan dengan DKI Jakarta.
Di Kota Bekasi tercatat ada 49 titik rawan banjir yang tersebar di 10 kecamatan. ”Saat ini ada sebanyak 49 titik rawan banjir di Kota Bekasi,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Tri Adhianto, Kamis (19/10/2017). Menurut Tri, sejak 2016 lalu Pemkot Bekasi telah melakukan pengentasan rawan banjir, dan sebanyak 30% titik rawan banjir telah teratasi.
Upaya pengentasan banjir itu, lanjut dia, salah satunya dengan pembangunan folder yang terbagi di kawasan IKIP dengan biaya Rp20 miliar, Perumahan Bumi Satria Kencana Rp20 miliar, kawasan Sasak Jarang Rp30 miliar, dan kawasan Aren Jaya dengan biaya Rp10 miliar.
”Tahun ini kita bangun Bendung Koja seluas 2,5 hektare, semua anggaran dari APBD Kota Bekasi,” ujarnya. Untuk anggaran pengentasan banjir pada 2017 dianggarkan Rp300 miliar dari APBD 2017. Termasuk pembelian pompa yang bisa dipakai di daerah rawan genangan air.
Daerah rawan banjir yang jumlahnya mencapai 49 titik terbagi di Kecamatan Jatiasih delapan titik, Kecamatan Bekasi Selatan tujuh titik, Kecamatan Rawalumbu lima titik, Kecamatan Bekasi Timur delapan titik, Kecamatan Bekasi Utara tiga titik, Kecamatan Bekasi Barat enam titik. Lalu Kecamatan Pondokmelati dua titik, Kecamatan Pondokgede lima titik, Kecamatan Medansatria tiga titik, dan Kecamatan Mustikajaya dua titik.
Saat ini, uintuk mengantisipasi air kiriman dari Bogor, pihaknya sudah berkordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane-Cileungsi (BWSCC). Tujuannya adalah dengan melakukan penguatan tanggul di bantaran Kali Bekasi. Sejumlah tanggul yang ada di bantaran Kali Bekasi itu diantaranya tanggul di Kemang IFI, Perumahan Pondokgede Permai, Kompleks Depnaker, Perumahan Pondok Mitra Lestari.
Tri mengungkapkan, seluruh proyek kegiatan pengentasan banjir hampir seluruhnya selesai. Meski begitu, pemerintah daerah masih fokus membenahi masalah banjir yang kerap datang secara tiba-tiba.”Kalau menghadapi banjir kita siap. Tapi untuk penanganannya masih banyak yang perlu dilakukan,” jelasnya.
Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Yudi Saptono menambahkan, penanganan banjir selama ini hanya memfokuskan kepada titik rawan saja. Seharusnya sumber banjir yang harus menjadi perhatian.
”Termasuk melakukan perbaikan Kali alam,” tambahnya. Tahun ini, kata dia, normalisasi Kali alam akan di fokuskan di daerah aliran sungai (DAS). Saat ini normalisasi itu akan melibatkan DKI. Sebab, aliran normalisasi itu berada di kawasan Bantar Gebang yang dikerjasamakan dengan DKI Jakarta.
(whb)