Resmi Pimpin Jakarta, Fadli Zon: Saatnya Anies-Sandi Tunaikan Janji
Senin, 16 Oktober 2017 - 16:44 WIB
Resmi Pimpin Jakarta, Fadli Zon: Saatnya Anies-Sandi Tunaikan Janji
A
A
A
JAKARTA - Di sela-sela memimpin delegasi parlemen Indonesia dalam Sidang Majelis Umum IPU (Inter-Parliamentary Union) ke-137 di St. Petersburg, Rusia, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.
“Selamat atas pelantikan Saudara Anies Baswedan dan Saudara Sandiaga Uno. Semoga keduanya bisa memberikan harapan dan pengalaman baru yang lebih baik bagi warga Jakarta,” ujar Fadli Zon melalui rilis yang diterima SINDOnews, Senin (16/10/2017).
Anies-Sandi lanjut Faldi Zon, tentu saja harus segera melakukan konsolidasi politik untuk menunaikan janji-janji semasa kampanyenya. "Memang tak mungkin bisa seketika dilaksanakan, karena untuk merealisasikan janji dan program tersebut mereka saat ini masih terikat kepada APBD DKI yang disusun oleh Gubernur Djarot," katanya.
Begitu pula Gubernur Anies belum bisa menyusun tim birokrasi pendukungnya hingga 6 bulan ke depan. “Itu sebabnya, hingga penyusunan APBD Perubahan tahun depan, Anies dan Sandi harus menggunakan waktunya untuk mengenal dan mengkonsolidasikan mesin birokrasi DKI. Bagaimanapun, ujung tombak pemerintahan memang ada di birokrasi.”
“Saya yakin Anies dan Sandi mampu merealisasikan janji-janjinya. Tentu saja dengan bantuan dari semua pihak, baik berupa support maupun pengawasan.”
Fadli menegaskan, sesudah dilantik, Anies dan Sandi sekarang ini lebih membutuhkan kritik yang membangun dan masukan daripada puja-puji. Untuk itu, jika kita ingin Anies dan Sandi berhasil, mulai hari ini para pendukungnya harus bisa mengubah perannya, dari sebelumnya menjadi pendukung fanatik, kini harus bisa bertransformasi menjadi warga Jakarta yang kritis.
“Tantangan terbesar yang harus segera dihadapi Anies dan Sandi adalah terkait janji untuk menghentikan reklamasi. Mereka harus berhadapan dengan dua kekuatan yang tak bisa diremehkan," ujarnya.
Pertama, tentu saja adalah kekuatan para pengembang besar yang selama ini selalu berhasil mendikte pemerintah DKI. Kedua, mereka juga harus berhadapan dengan fait accompli yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat yang sejak awal terbukti tak mendukung upaya penghentian reklamasi.
"Isu ini harus segera dihadapi dan diselesaikan oleh Anies-Sandi, karena pengaruhnya besar terhadap kepercayaan publik," katanya.
“Selamat atas pelantikan Saudara Anies Baswedan dan Saudara Sandiaga Uno. Semoga keduanya bisa memberikan harapan dan pengalaman baru yang lebih baik bagi warga Jakarta,” ujar Fadli Zon melalui rilis yang diterima SINDOnews, Senin (16/10/2017).
Anies-Sandi lanjut Faldi Zon, tentu saja harus segera melakukan konsolidasi politik untuk menunaikan janji-janji semasa kampanyenya. "Memang tak mungkin bisa seketika dilaksanakan, karena untuk merealisasikan janji dan program tersebut mereka saat ini masih terikat kepada APBD DKI yang disusun oleh Gubernur Djarot," katanya.
Begitu pula Gubernur Anies belum bisa menyusun tim birokrasi pendukungnya hingga 6 bulan ke depan. “Itu sebabnya, hingga penyusunan APBD Perubahan tahun depan, Anies dan Sandi harus menggunakan waktunya untuk mengenal dan mengkonsolidasikan mesin birokrasi DKI. Bagaimanapun, ujung tombak pemerintahan memang ada di birokrasi.”
“Saya yakin Anies dan Sandi mampu merealisasikan janji-janjinya. Tentu saja dengan bantuan dari semua pihak, baik berupa support maupun pengawasan.”
Fadli menegaskan, sesudah dilantik, Anies dan Sandi sekarang ini lebih membutuhkan kritik yang membangun dan masukan daripada puja-puji. Untuk itu, jika kita ingin Anies dan Sandi berhasil, mulai hari ini para pendukungnya harus bisa mengubah perannya, dari sebelumnya menjadi pendukung fanatik, kini harus bisa bertransformasi menjadi warga Jakarta yang kritis.
“Tantangan terbesar yang harus segera dihadapi Anies dan Sandi adalah terkait janji untuk menghentikan reklamasi. Mereka harus berhadapan dengan dua kekuatan yang tak bisa diremehkan," ujarnya.
Pertama, tentu saja adalah kekuatan para pengembang besar yang selama ini selalu berhasil mendikte pemerintah DKI. Kedua, mereka juga harus berhadapan dengan fait accompli yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat yang sejak awal terbukti tak mendukung upaya penghentian reklamasi.
"Isu ini harus segera dihadapi dan diselesaikan oleh Anies-Sandi, karena pengaruhnya besar terhadap kepercayaan publik," katanya.
(ysw)