Produk Lokal Kulonprogo Harus Go Internasional

Kamis, 12 Oktober 2017 - 16:19 WIB
Produk Lokal Kulonprogo...
Produk Lokal Kulonprogo Harus Go Internasional
A A A
YOGYAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo, Provinsi DIY, ingin memajukan produk lokal yang memanfaatkan bahan pangan lokal. Aneka produk telah berhasil dibuat UMKM dan koperasi sebagai produk unggulan daerah yang diharapkan mampu bersaing dengan produk yang sudah ada di pasaran.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan pada 2019 bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan dioperasionalkan. Bandara harus mampu memberikan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Untuk itulah produk local harus dikembangkan agar mampu bersaing di internasional.

Saat ini sudah ada beberapa produk lokal yang dikembangkan. Mulai air minum kemasan AirKu, mie instan, gula kelapa hingga teh dan kopi. Produk ini sudah banyak memenuhi pasar tradisional dan pasar modern Tomira.

“Kita memiliki teh dan kopi Menoreh untuk dikembangkan, termasuk coklat,” jelas Hasto pada peresmian Pusat Pengelolaan Teh Menoreh (PTTM) di Ngalihan, Ngargosari, Samigaluh, Kulonprogo, Kamis (12/10/2017).

Peresmian PTTM ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Gubernud DIY Sultan Hamengkubuwono X bersama dengan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo. Selain itu juga dilakukan pelepasan merpati putih dan aneka burung ocehan ke alam.

Hasto berencana mengundang ahli kopi, untuk mengembangkan produk kopi yang pas dengan selera pasar. Dia berencana untuk membuat coffe shop di bandara NYIA, ketika nanti beroperasi. Rasa kopi Menoreh cukup unik, dan memiliki citasarasa yang cukup istimewa.

“Kopi Menoreh ini harus bisa bersaing dengan kopi dari Amerika. Caranya kopi yag diolah benar-benar kopi yang tua yang dioleh dengan kualitas,” terang Hasto.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, meminta kopi yang ada jangan hanya mengandalkan kopi robusta dan Arabica. Namun dua varian kopi yang ada di Kulonprogo ini harus dipadukan. Hal ini pula yang sudah dikembangkan di sejulah Negara.

“Toh ketika dicampur susu rasanya juga akan lain,” tutur Sultan.

Tanaman kopi memiliki berbagai perbedaan dalam rasa, karena ditanam dan struktur tanah dan cuaca yang berbeda. Hal inilah yang banyak dilakukan berbagai Negara dalam melakukan perpaduan dari varian kopi. “Ijin Depkes dan packaging harus menarik. Orang akan beli karena kemasannya bagus,” tutur Sultan.

Sultan sendiri melihat tidak ada masalah produk yang ada di Kulonprogo bisa masuk ke bandara. Namun selama ini peran Angkasa Pura adalah meyediakan fasilitas. Sedangkan tenan yang ada biasanya dikelola oleh para pengusaha dan pebisnis.

“Kita bisa saja mengadvokasi teh ini, tetapi jangan hanya produk teh. Konsumen juga berbeda,” jelasnya.
(rhs)
Berita Terkait
Next Hotel Yogyakarta...
Next Hotel Yogyakarta Tawarkan Staycation dan Bisnis
Gawat, Keuangan Pemkot...
Gawat, Keuangan Pemkot Yogya hanya Bertahan Sampai September 2020
NexCity Yogyakarta:...
NexCity Yogyakarta: Pilihan Tepat untuk Hunian dan Investasi
Lewat Akun Pribadinya,...
Lewat Akun Pribadinya, Wawali Yogyakarta Purwadi Nyatakan Terpapar COVID-19
Forpi Yogya: ASN Bolos...
Forpi Yogya: ASN Bolos Kerja Harus Ditindak Tegas
Buka Parkir Ilegal di...
Buka Parkir Ilegal di Jalan Sarkem Yogyakarta, 2 Jukir Digulung Polisi
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
43 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved