Saat Drama Politik Berakhir, PPP Diyakini Bakal Usung Emil
Kamis, 12 Oktober 2017 - 13:11 WIB
Saat Drama Politik Berakhir, PPP Diyakini Bakal Usung Emil
A
A
A
BANDUNG - Sikap PPP yang memilih bergabung dengan Poros Baru bersama Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan PAN dinilai sebagai bagian dari 'drama politik' jelang Pilgub Jabar 2018. Saat 'drama politik' itu selesai, partai berlambang kakbah itu diyakini bakal bersama PKB dan Partai NasDem untuk mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018.
Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda tak mempersoalkan sikap PPP yang memilih bergabung bersama Poros Baru, meskipun partainya bersama NasDem tengah mendekati PPP agar sama-sama mengusung Ridwan Kamil. Huda yakin, sikap PPP itu pada akhirnya akan berubah.
"Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan manuver politik yang dilakukan PPP karena semuanya masih bisa berubah," kata Huda melalui sambungan telepon seluler, Kamis (12/10/2017).
Untuk diketahui, meski telah didukung dua parpol, yakni NasDem dan PKB, pengusungan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018 masih terkendala syarat minimal yang harus dipenuhi, yakni kepemilikan 20 kursi di DPRD Jabar.
Dengan lima kursi yang dimiliki NasDem dan tujuh kursi yang dimiliki PKB, Ridwan Kamil masih membutuhkan delapan kursi tambahan. Jika PPP yang memiliki sembilan kursi di DPRD Jabar jadi bergabung, pengusungan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018 dapat dipastikan berjalan mulus.
Menurut Huda, saat ini, semua partai masih leluasa melakukan 'drama politik'. Terlebih, waktu pendaftaran pasangan cagub/cawagub Jabar ke KPU pun masih cukup lama.
"Ini dinamika dan (prosesnya) masih panjang. (Pendaftaran) Masih empat bulan lagi. Artinya dinamika akan terus begitu (berubah-ubah)," katanya.
Huda pun yakin, sikap PPP yang memilih bergabung dengan Poros Baru bukanlah keputusan final dari DPP PPP. Dia menegaskan, semua keputusan, mulai koalisi hingga pengusungan pasangan cagub/cawagub Jabar merupakan kewenangan DPP.
Selama belum ada keputusan final dari DPP, tambah Syaiful, DPP biasanya memberikan ruang bagi pengurus di tingkat daerah untuk berekspresi. Oleh karenanya, Syaiful yakin, pada akhirnya PPP tetap akan mengusung Ridwan Kamil. "Yakin, tidak ada masalah, tinggal masalah waktu saja," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, PPP ikut dalam pertemuan Poros Baru yang digelar di Kantor DPD Gerindra Jabar, Rabu (11/10/2017). Dalam kesempatan itu, Sekretaris DPW PPP Jabar Pepep Syaiful Hidayat membantah kabar yang menyebut partainya mulai merapat ke Ridwan Kamil.
Bahkan, Pepep menyatakan, Wali Kota Bandung itu belum pernah menjalin komunikasi politik dengan DPW PPP Jabar. "Kalaupun sekarang ada arahan atau klaim dari sejumlah pihak bahwa pilihan PPP ada di tempat lain, faktanya kami disuruh DPW PPP ke sini (pertemuan Poros Baru). Itu (dukungan ke Ridwan Kamil) baru wacana, dan tidak ada pembicaraan intensif," tegas Pepep. (Baca juga: Ikut Pertemuan Poros Baru, PPP Jabar Bantah Merapat ke Ridwan Kamil ).
Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda tak mempersoalkan sikap PPP yang memilih bergabung bersama Poros Baru, meskipun partainya bersama NasDem tengah mendekati PPP agar sama-sama mengusung Ridwan Kamil. Huda yakin, sikap PPP itu pada akhirnya akan berubah.
"Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan manuver politik yang dilakukan PPP karena semuanya masih bisa berubah," kata Huda melalui sambungan telepon seluler, Kamis (12/10/2017).
Untuk diketahui, meski telah didukung dua parpol, yakni NasDem dan PKB, pengusungan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018 masih terkendala syarat minimal yang harus dipenuhi, yakni kepemilikan 20 kursi di DPRD Jabar.
Dengan lima kursi yang dimiliki NasDem dan tujuh kursi yang dimiliki PKB, Ridwan Kamil masih membutuhkan delapan kursi tambahan. Jika PPP yang memiliki sembilan kursi di DPRD Jabar jadi bergabung, pengusungan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018 dapat dipastikan berjalan mulus.
Menurut Huda, saat ini, semua partai masih leluasa melakukan 'drama politik'. Terlebih, waktu pendaftaran pasangan cagub/cawagub Jabar ke KPU pun masih cukup lama.
"Ini dinamika dan (prosesnya) masih panjang. (Pendaftaran) Masih empat bulan lagi. Artinya dinamika akan terus begitu (berubah-ubah)," katanya.
Huda pun yakin, sikap PPP yang memilih bergabung dengan Poros Baru bukanlah keputusan final dari DPP PPP. Dia menegaskan, semua keputusan, mulai koalisi hingga pengusungan pasangan cagub/cawagub Jabar merupakan kewenangan DPP.
Selama belum ada keputusan final dari DPP, tambah Syaiful, DPP biasanya memberikan ruang bagi pengurus di tingkat daerah untuk berekspresi. Oleh karenanya, Syaiful yakin, pada akhirnya PPP tetap akan mengusung Ridwan Kamil. "Yakin, tidak ada masalah, tinggal masalah waktu saja," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, PPP ikut dalam pertemuan Poros Baru yang digelar di Kantor DPD Gerindra Jabar, Rabu (11/10/2017). Dalam kesempatan itu, Sekretaris DPW PPP Jabar Pepep Syaiful Hidayat membantah kabar yang menyebut partainya mulai merapat ke Ridwan Kamil.
Bahkan, Pepep menyatakan, Wali Kota Bandung itu belum pernah menjalin komunikasi politik dengan DPW PPP Jabar. "Kalaupun sekarang ada arahan atau klaim dari sejumlah pihak bahwa pilihan PPP ada di tempat lain, faktanya kami disuruh DPW PPP ke sini (pertemuan Poros Baru). Itu (dukungan ke Ridwan Kamil) baru wacana, dan tidak ada pembicaraan intensif," tegas Pepep. (Baca juga: Ikut Pertemuan Poros Baru, PPP Jabar Bantah Merapat ke Ridwan Kamil ).
(zik)