Capaian Imunisasi MR Bekasi Terendah Kedua di Jawa Barat

Rabu, 11 Oktober 2017 - 08:44 WIB
Capaian Imunisasi MR...
Capaian Imunisasi MR Bekasi Terendah Kedua di Jawa Barat
A A A
BEKASI - Capain pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) di Kota Bekasi berada di urutan kedua terendah di Jawa Barat. Hal ini terungkap berdasarkan laporan dari tingkat pusat yang diterima oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi pada 6 Oktober 2017 lalu.

”Kita paling bawah setelah Kabupaten Bogor, tapi di atas Kota Depok,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, Selasa (11/10/2017). Namun, data yang dimiliki daerah dengan pusat cukup berbeda.

Pemerintah pusat menyebut, masih ada sebanyak 100.000 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang belum berpartisipasi dalam program imunisasi nasional ini. Namun berdasarkan data yang dimiliki daerah, justru jumlah anak yang belum mengikuti imunisasi ini mencapai 60.251 anak.

”Ada kesenjangan data yang dimiliki daerah dengan pusat. Kalau daerah sendiri mendata jumlah anak yang berpartisipasi dalam program ini mencapai 90% dari target 95%,” katanya. Menurutnya, kesenjangan data bukan hanya terjadi pada jumlah anak yang berpartisipasi dalam program ini.

Namun jumlah sasaran anak yang mengikuti program ini juga berbeda. Untuk jumlah sasaran anak berdasarkan Pusdatin (pusat data dan informasi) sebanyak 658.563 anak. Namun daerah mendata ada 611.964 anak. Sebab, faktor yang memicu terjadinya kesenjangan data antara daerah dengan pusat.

Misalnya, petugas puskesmas melaporkan ke pusat melalui rapat, tapi tidak melaporkan manual ke dinas terkait sehingga memengaruhi laporan ke provinsi. Selain itu, petugas lapangan juga tidak tepat waktu melaporkan hal yang terjadi sesuai jam yang disepakati.

”Bisa jadi petugas tidak segera mencatat laporan dan memverifikasinya sehingga laporan bisa berubah-ubah,” ungkapnya. Akibat rendahnya pelaksanaan imunisasi versi pusat, maka Kota Bekasi menjadi perhatian World Health Organization (WHO) dan United Nations Children's Fund (Unicef).

Dengan adanya kejadian ini, maka pelaksanaan imunisasi campak-rubella di Pulau Jawa termasuk Kota Bekasi diperpanjang hingga 14 Oktober 2017.”Di awal kan jadwalnya dua bulan dari Agustus sampai September. Karena ada beberapa daerah yang belum memenuhi, makanya diperpanjang,” ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
12 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
12 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
13 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
13 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
13 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved