Berhadapan dengan DPP Golkar, Manuver Dedi Mulyadi Picu Antipati Politik

Senin, 02 Oktober 2017 - 21:04 WIB
Berhadapan dengan DPP...
Berhadapan dengan DPP Golkar, Manuver Dedi Mulyadi Picu Antipati Politik
A A A
BANDUNG - Manuver yang dilakukan Dedi Mulyadi pascaberedarnya surat keputusan (SK) pengusungan Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien Syafiuddin oleh DPP Partai Golkar dinilai memicu antipolitik di kalangan elit Partai Golkar.

Seperti diketahui, DPP Partai Golkar menerima tekanan dari kader Golkar di Jabar untuk menetapkan SK pengusungan Dedi Mulyadi sebagai cagub Jabar. Bahkan, belum lama ini, mereka menyampaikan desakan tersebut lewat aksi unjuk rasa yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Jabar.

Desakan kader Golkar Jabar tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan manuver Dedi Mulyadi yang menemui Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Pakar Agung Laksono, dan Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tanjung.

Pasca pertemuan, pengurus dan kader Golkar Jabar kembali menggeruduk kantor DPP Partai Golkar di Jakarta untuk menyampaikan tuntutan yang sama, Senin (2/10/2017). Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jabar MQ Iswara menjelaskan, kehadiran pengurus dan kader Golkar Jabar bukan bertujuan untuk menekan DPP Partai Golkar agar menetapkan Dedi Mulyadi sebagai cagub Jabar. Kehadiran mereka, kata Iswara, sebagai bentuk dukungan kepada Dedi Mulyadi secara spontan.

"Tidak ada emosilah, ini hanya reaksi spontan dari ketua ketua DPD II. Kita diterima dengan baik oleh Nurdin Halid (Ketua Harian DPP Partai Golkar), Idrus Marham (Sekjen DPP Partai Golkar)," kata Iswara melalui sambungan telepon selulernya, Senin (2/10/2017).

Menurut Iswara, dalam pertemuan dengan elit Partai Golkar tersebut, muncul aspirasi agar Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto segera diberikan kesehatan. "Kedua, rekomendasi calon gubernur untuk Pilgub Jabar segera dikeluarkan untuk Dedi Mulyadi," akunya.

Pengamat politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Firman Manan menilai, manuver Dedi Mulyadi yang memilih berhadapan-hadapan dengan elit DPP Partai Golkar memicu timbulnya antipati politik. Padahal, sebagai bakal calon kepala daerah, Dedi Mulyadi seharusnya membangun komunikasi politik terhadap internal maupun eksternal partai.

"Kandidat tidak cukup mengandalkan popularitas, penting membangun komunikasi politik yang baik dengan partai karena partai itu jalur utama untuk masuk pilkada," jelas Firman.

Menurut Firman, seluruh parpol kini tengah mengatur pola rekrutmen hingga penetapan calon kepala daerah oleh pengurus pusat. Karena itu, membangun komunikasi politik dengan pengurus pusat mutlak diperlukan oleh kandidat kepala daerah, termasuk Dedi Mulyadi.

"Popularitas memang penting, tapi jangan abaikan komunikasi dengan DPP. Status Dedi Mulyadi ini memiliki problem membangun komunikasi dengan elit pusat. Langkah demo secara internal partai kurang baik. Justru elit sebagai pengambil keputusan menjadi antipati," papar Firman.
(wib)
Berita Terkait
Alasan Anies Baswedan...
Alasan Anies Baswedan Tak Jadi Maju Pilkada Jawa Barat 2024
PDIP Bakal Usung Figur...
PDIP Bakal Usung Figur Kejutan di Pilgub Jabar, Siapa Itu?
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Paslon Cagub Jabar 2024, Ada yang dari SD hingga S3 di Luar Negeri
Ridwan Kamil Buka-bukaan...
Ridwan Kamil Buka-bukaan Sebut Mudah Menang jika Maju Pilkada Jabar
KPU dan Pemprov Jabar...
KPU dan Pemprov Jabar Sepakati Dana Pilgub 2024 Capai Rp1,104 Triliun
Dedi Mulyadi Daftar...
Dedi Mulyadi Daftar Pilgub Jabar 27 Agustus Bareng R1, Apakah Erwan Setiawan?
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
5 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
6 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
6 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
7 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
7 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved