Sayembara Penanda Keistimewaan DIY Berhadiah Rp120 Juta

Rabu, 13 September 2017 - 11:49 WIB
Sayembara Penanda Keistimewaan...
Sayembara Penanda Keistimewaan DIY Berhadiah Rp120 Juta
A A A
YOGYAKARTA - Pemda DIY terus berusaha melakukan branding untuk meneguhkan diri sebagai daerah istimewa. Pemda akan menggelar sayembara desain kawasan terpadu penanda keistimewaan. Pengumpulan desain sayembara berhadiah Rp120 juta ini dilakukan mulai Selasa, 12 September hingga Selasa, 7 November 2017 mendatang.

Kawasan terpadu penanda keistimewaan ini direncanakan di bangun di kawasan Perbukitan, Parangtritis, Bantul. Lokasi ini juga dekat dengan ruas Parangtritis-Girijati atau kelok 18 yang segera dibangun. "Ini untuk melengkapi penanda-penanda di sumbu imajiner. Terlebih di kawasan selatan belum ada, di utara ada Gunung Merapi, keraton, kemudian di selatan kan belum ada," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta di Kantor Dinas Pariwisata DIY, Selasa, 12 September 2017.

Pembangunan kawasan penanda istimewa ini akan dilakukan melalui mekanisme multiyears lantaran membutuhkan anggaran yang sangat besar. Jangka waktunya pun berkisar antara lima tahun hingga 10 tahun. "Membangun candi saja bisa dua generasi. Penanda imajiner ini selain menelan biaya yang besar, juga memakan waktu yang lama," jelasnya.

Menurut Aris, pembangunan kawasan terpadu penanda keistimewaan ini dalam rangka mewujudkan visi misi gubernur terkait pengembangan kawasan pantai selatan Yogyakarta sebagai halaman muka DIY. Kawasan terpadu ini direncanakan akan berada di atas kelok 18 Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). "Hasil sayembara desain kawasan terpadu ini akan diformulasikan dan dirangkai dalam bentuk masterplan. Hadiah sayembara seluruhnya Rp120 juta," katanya.

Sementara itu, Asisten Keistimewaan Setda DIY Didik Purwadi mengatakan, kawasan terpadu di Parangtritis ini diharapkan bisa menjadi semacam penanda atau tetenger tentang keistimewaan DIY. Penanda ini bukan hanya sekadar gapura atau titik saja, melainkan sebuah bangunan yang terintegrasi dalam suatu kawasan.

Direncanakan kawasan terpadu penanda keistimewaan DIY ini nanti berada pada 280-305 meter di atas permukaan laut dengan luas 17,15 hektare (ha). Secara topografi, kawasan ini berada di atas kelok 18 dan memungkinkan konektivitas langsung dengan tambahan akses pendukung. Di kawasan ini juga memungkinkan dilakukan pengembangan kawasan lebih lanjut karena dekat dengan sejumlah objek wisata seperti Goa Jepang, Watu Lumbung, Mata Air Surocolo, Sand Dune Parangkusumo, Laguna Depok, Bukit Paralayang, dan lainnya.
(mcm)
Berita Terkait
Sambut New Normal, Pariwisata...
Sambut New Normal, Pariwisata DIY Mulai Berbenah
ICTM Diharapkan Dapat...
ICTM Diharapkan Dapat Gerakkan Pariwisata di Yogyakarta
Nara Kupu Jogya, Wisata...
Nara Kupu Jogya, Wisata Edukasi Baru di Kaki Gunung Merapi
Kominfo Dukung Gerakan...
Kominfo Dukung Gerakan Wisata Sehat Kota Yogyakarta
Berdayakan Masyarakat,...
Berdayakan Masyarakat, Al dan Dul Perkenalkan Destinasi Wisata Restu Bumi Kreo
Dispar Yogyakarta Tegakkan...
Dispar Yogyakarta Tegakkan Protokol CHSE Ketat, Pengawasan Dilakukan lewat Penyamaran
Berita Terkini
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
23 menit yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
3 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
3 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
4 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
4 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved