20 Tahun Pria Ini Hidup Dipasung karena Mengidap Gangguan Jiwa

Selasa, 12 September 2017 - 16:10 WIB
20 Tahun Pria Ini Hidup...
20 Tahun Pria Ini Hidup Dipasung karena Mengidap Gangguan Jiwa
A A A
BAUBAU - Bagaimana rasanya hidup dipasung sehingga tidak leluasa bergerak selama puluhan tahun dan tinggal di ruang berukuran 1,5 kali 1 meter? Mungkin hanya La Mane yang tahu jawabannya.

Pria berusia 40 tahun, warga Kelurahan Liabuku, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) ini, sudah hidup dipasung sejak sejak 20 tahun silam. Itu artinya, dia dipasung sejak usianya sekitar 20 tahun. Penyebabnya sama seperti korban lain yang juga bernasib sama dengan La Mane, gangguan jiwa. Oleh keluarganya, dia dibuatkan gubuk kecil di belakang rumah, sekitar 10 meter dari rumahnya, sebagai tempat berteduh.

Gubuk kecil itu ditutup atap dan dinding seng. Di sinilah, La Mane menghabiskan hari-harinya. Kakinya dipasung menggunakan balok kayu berukuran 70 cm dan digembok. Di tempat itu, dia hanya bisa duduk dan berbaring, makan dan buang air. Hanya itu. Untuk makanan dan minumannya, setiap hari ibunya, Wa Haya, atau keponakannya Dewi, rutin membawa ke gubuk kecil itu.

Menurut Ibu La Mane, Wa Haya, putranya sudah sejak lama menderita gangguan jiwa. Penyakit itu bermula ketika La Mane terkena santet. La Mane sering berbicara, berteriak, bahkan marah-marah sendiri tanpa sebab yang jelas. Keluarga pernah berupaya menyembuhkannya. Mereka memanggil dukun, namun tak berhasil. “Karena takut mengganggu warga, kami terpaksa memasung La Mane,” kata Wa Haya.

Keponakan La Mane, Dewi menambahkan, keluarga juga pernah membawa La Mane ke puskesmas. Namun, pihak puskesmas mengaku tidak sanggup menanganinya sehingga keluarga diminta membawa La Mane pulang. Pernah juga keluarga meminta bantuan pihak kelurahan untuk menangani penyakit gangguan jiwa yang diderita La Mane. Itu pun tidak membuahkan hasil.

Sementara itu, Lurah Liabuku, Nikolaus Uling ketika dikonfirmasi mengaku sudah mengupayakan bantuan kepada La Mane. Salah satunya berkomunikasi dengan Dinas Sosial Provinsi Sultra secara lisan. “Pihak Dinas Sosial mengatakan, tidak ada bantuan anggaran dari pemerintah untuk menangani warga yang mengalami gangguan jiwa,” kata Nikolaus Uling.

Kini, La Mane hanya bisa terbaring kaku di dalam gubuk kecil tersebut. Keluarga pun hanya bisa pasrah karena tidak mempunyai dana untuk mengobati La Mane. Meskipun begitu, keluarga masih berharap pemerintah bisa memberikan perhatian dengan memberikan perawatan pada La Mane di rumah sakit jiwa.
(mcm)
Berita Terkait
Terkendala Biaya untuk...
Terkendala Biaya untuk Berobat, Kakek Penderita Gangguan Jiwa Ini Terpaksa Dipasung Keluarga
Melawan saat Ditangkap,...
Melawan saat Ditangkap, ODGJ Pelaku Pembunuhan di Sikka Tewas Ditembak
Kesal Ditegur, Orang...
Kesal Ditegur, Orang Dengan Gangguan Jiwa Acungkan Pisau ke Pemotor di Tangsel
Suami Idap Gangguan...
Suami Idap Gangguan Jiwa, Atik Berjibaku Hidupi 3 Anaknya
Ngamuk di Tengah Jalan...
Ngamuk di Tengah Jalan Sambil Bawa Sabit, Pria Ini Gemparkan Warga Banyumas
ODGJ di Sikka Tebas...
ODGJ di Sikka Tebas Warga dengan Golok, 2 Meninggal dan 3 Lainnya Luka Berat
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
3 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
4 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
5 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
6 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
6 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
6 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved