KPK Diminta Audit Pengelolaan Transjabodetabek

Kamis, 07 September 2017 - 16:29 WIB
KPK Diminta Audit Pengelolaan...
KPK Diminta Audit Pengelolaan Transjabodetabek
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk mengaudit Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan dan Operator serta Pengelola Transjabodetabek, dan PPD. Alasannya, operasional Transjabodetabek Premium dengan rute Mega Mall Bekasi Barat-Plaza Senayan diduga ada permainan bisnis izin trayek.

"KPK harus audit tuh, diperiksan tuh Transjakarta, sama BPTJ. Operasionalnya Transjakarta sama PPD kan. Periksa saja mereka tuh," kata Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan saat dihubungi SINDOnews, Kamis (7/9/2017).

Azas melihat dalam uji coba Transjabodetabek ini hanya akal-akalan pihak pengelola. Seperti diketahui, pengelola Transjabodetabek, Perum PPD berencana menaikan tarif bus Transjabodetabek Premium dengan rute Mega Mall Beksi Barat - Plaza Senayan dari Rp15.000 menjadi Rp20.000 lantaran jarak tempuhnya lebih panjang dibanding rute Bundaran HI. Selain itu, bus juga dilengkapi berbagai macam fasilitas seperti Free Wifi, reclining, dan seat belt hingga bakal dikawal motor pengawalan (Voorijder) dari unit PJR Korlantas Mabes Polri. ‎

"Ini akal-akalan, ini otak korup namanya. Kenapa enggak dibikin yang terintegrasi saja. Masuk ke tol keluar tol halim kan bisa terkoneksi Transjakarta juga kan bisa. Ngapain nyelonong ke Senayan jauh banget, ini jauh lebih panjang dari BRT (Bus Rapid Transportation) itu sendiri. Logikanya apa, itu kan mo bikin BRT, itu akal-akalan, jangan-jangan itu jual trayek itu," kata Azas.

‎Azas berharap, bus tersebut dapat terintegrasi langsung dengan Transjakarta. Jadi, kata dia, bus tak perlu bersinggungan dengan trayek Transjakarta yang sudah ada.

‎"Masa ngeluarin bus sendiri trayek panjang begitu, dia bersimpangan dengan trayek Transjakarta yang sudah ada kan. Harusnya ‎dia (bus) terkoneksi, dari Bekasi Barat keluar tol Cawang, Halim Mukti, harusnya nempel ke Transjakarta yang di Halim Mukti, dari situ dia (penumpang) naik ke Transjakarta ke Senayan, mobilnya bus itu bisa puter balik ke Bekasi enggak perlu ke Senayan," katanya.

Mengingat hal tersebut, Azas meminta KPK untuk menyelidiki terkait penyelenggaraan bis tersebut, pasalnya ia mencurigai ada dugaan gratifikasi dan korupsi dalam pengadaan trayek bis Transjabodetabek itu.

"Itu selidiki itu KPK, pasti ada koruspinya ada gratifikasinya, itu saya curiga, ada ‎trayek baru gitu apa maksudnya, goreng isu macet ujung-ujungnya tadi jual trayek," ujarnya.

Azas mengingatkan, jangan sampai masyarakat yang jadi korban. ‎"Goreng-goreng masyarakat nih, jual penderitaan masyarakat dengan alasannya macet. Cukup saja dari Bekasi Barat ke Cawang Mukti, dari situ integrasikan saja kan," tambahnya.
(mhd)
Berita Terkait
2030, Transjakarta Targetkan...
2030, Transjakarta Targetkan 10 Ribu Bus Listrik Mengaspal
Lewat Apel Pramudi,...
Lewat Apel Pramudi, Transjakarta Perkuat Budaya Keselamatan
417 Bus Transjakarta...
417 Bus Transjakarta yang Terbengkalai Dilelang
Bus Wisata Transjakarta...
Bus Wisata Transjakarta Layani 56.811 Pengguna selama Libur Lebaran
3 Rute Transjakarta...
3 Rute Transjakarta Ramai Penumpang, Nomor 1 Disesaki 8 Juta Orang
Mulai 20 Juni Transjakarta...
Mulai 20 Juni Transjakarta akan Tambah Lima Rute Baru
Berita Terkini
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
9 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
15 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
25 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
35 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved