Massa Kumpul di JPO, Polwan Ini Tak Bisa Duduk Tenang
Rabu, 06 September 2017 - 16:05 WIB
Massa Kumpul di JPO, Polwan Ini Tak Bisa Duduk Tenang
A
A
A
JAKARTA - Massa Aksi Solidaritas Rohingya telah memadati kawasan sekitar Bundaran HI sejak Rabu siang (6/9/2017). Sambil membawa spanduk bertuliskan save Rohingya, massa berteriak meminta segera usir Myanmar dari Indonesia.
Di tengah ribuan massa ternyata ada petugas yang jeli melihat keselamatan para pengunjuk rasa. Dua polisi wanita ini (polwan) bukan takut aksi massa brutal, tetapi terjatuh dari jembatan penyeberangan orang (JPO). Sebab, massa juga ternyata banyak berkumpul di JPO lantaran di jalanan sekitar Bundaran HI sudah penuh sesak.
Khawatir JPO ambruk, si Polwan mengingatkan massa untuk turun dari JPO. "Bapak/ibu warga yang ada di JPO, bisa meninggalkan JPO, karena usia JPO sudah tua. Khawatir akan ada hal-hal yang tidak diinginkan," ujar personel Polwan Polda Metro Jaya ini mengingatkan kepada massa melalui pengeras suara.
Untungnya massa mau mengerti. Mereka pun mulai bergeser meninggalkan JPO. Namun karena padatnya massa peduli Rohingnya di bawah, mereka terpaksa berdiri di sisi tangga JPO.
Tapi kedua polwan tersebut tak henti-hentinya memberikan peringatan. Sebagian massa pun akhirnya berangsur-angsur meninggalkan JPO.
Di tengah ribuan massa ternyata ada petugas yang jeli melihat keselamatan para pengunjuk rasa. Dua polisi wanita ini (polwan) bukan takut aksi massa brutal, tetapi terjatuh dari jembatan penyeberangan orang (JPO). Sebab, massa juga ternyata banyak berkumpul di JPO lantaran di jalanan sekitar Bundaran HI sudah penuh sesak.
Khawatir JPO ambruk, si Polwan mengingatkan massa untuk turun dari JPO. "Bapak/ibu warga yang ada di JPO, bisa meninggalkan JPO, karena usia JPO sudah tua. Khawatir akan ada hal-hal yang tidak diinginkan," ujar personel Polwan Polda Metro Jaya ini mengingatkan kepada massa melalui pengeras suara.
Untungnya massa mau mengerti. Mereka pun mulai bergeser meninggalkan JPO. Namun karena padatnya massa peduli Rohingnya di bawah, mereka terpaksa berdiri di sisi tangga JPO.
Tapi kedua polwan tersebut tak henti-hentinya memberikan peringatan. Sebagian massa pun akhirnya berangsur-angsur meninggalkan JPO.
(thm)