Sulsel Jadi Daerah Transit Imigran

Minggu, 03 September 2017 - 22:02 WIB
Sulsel Jadi Daerah Transit...
Sulsel Jadi Daerah Transit Imigran
A A A
MAKASSAR - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi daerah transit imigran termasuk etnik Rohingnya yang saat ini menjadi korban kekerasan di Myanmar.

"Walaupun status pengungsi yang ada di Indonesia adalah negara transit, bukan negara tujuan. Jadi kita tidak pernah menolak. Salah satu daerah yang dihujani pengungsi termasuk Sulsel di antara sekian itu, Sulsel paling banyak nampung," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

SYL sapaan akrabnya mengaku, di daerah yang ia pimpin bukan hanya pengungsi dari Rohingya, namun beberapa negara lainnya. "Bukan hanya Rohingya, juga ada dari Pakistan, dari negara di jazirah Arab seperti kemarin Iran dan Irak," ungkapnya.

Sebelumnya kembali terjadi konflik di Myanmar bahkan sebanyak 2.625 rumah telah dibakar di wilayah desa mayoritas Rohingya, di barat laut Myanmar, pada pekan lalu. Serangan itu yang membuat para warga muslim Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Dari data jumlah rumah yang dibakar itu diakui pemerintah negara tersebut pada hari Sabtu (2/9/2017). Namun, pemerintah menuduh kelompok militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARMY) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran ribuan rumah itu.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyatakan, sekitar 58.600 warga Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh dari Rakhine. Data itu diperoleh saat para pekerja bantuan kemanusiaan berjuang menolong para pengungsi.

Syahrul melanjutkan, meski demikian pihaknya meminta agar para imigran yang ada di Sulsel tidak membuat kekacauan, termasuk sebelumnya saat melakukan demonstrasi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Asmanto Baso Lewa mengatakan, sekarang di Sulsel khususnya di kota Makassar itu hampir ada 2.000 imigran gelap.

"Sebenarnya ini wilayahnya UNCHR. Dari aturan yang saya pahami Imgran gelap itu harus ada lokalisasi khusus, yang tidak berbaur dengan masyarakat umum," ungkapnya.
(rhs)
Berita Terkait
Ditjen Imigrasi tangkap...
Ditjen Imigrasi tangkap 17 WN Vietnam Pekerja Klinik Bedah
Kapal Pengangkut Imigran...
Kapal Pengangkut Imigran Gelap Terbalik di Italia, 40 Hilang
Viral Aksi Joget Mahasiswa...
Viral Aksi Joget Mahasiswa Aceh Usir Ratusan Imigran Gelap Rohingya
Dibawa Kabur Imigran...
Dibawa Kabur Imigran Gelap, Mobil Dinas Rudenim Ditemukan di Masjid
Uni Eropa Setujui Aturan...
Uni Eropa Setujui Aturan Lebih Ketat untuk Tangani Imigran Gelap
10 Fakta Mengerikan...
10 Fakta Mengerikan Rute Gelap Imigran ke Eropa, Seperti Mempertaruhkan Nyawa
Berita Terkini
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
1 jam yang lalu
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
3 jam yang lalu
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
3 jam yang lalu
Telkom Runners Teguhkan...
Telkom Runners Teguhkan Semangat BISA pada Peringatan HUT Ke-61 Telkom Indonesia
3 jam yang lalu
Tragis! Pria Ditemukan...
Tragis! Pria Ditemukan Tewas Akibat Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas Jakpus
4 jam yang lalu
Perkuat Basis Elektoral...
Perkuat Basis Elektoral melalui Ketokohan dan Pelayanan Masyarakat di Sulsel, Perindo Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved