Perencanaan Buruk, Banyak Kegiatan di RAPBD-P DKI Dicoret

Jum'at, 25 Agustus 2017 - 04:26 WIB
Perencanaan Buruk, Banyak...
Perencanaan Buruk, Banyak Kegiatan di RAPBD-P DKI Dicoret
A A A
JAKARTA - Sejumlah kegiatan dalam kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan DKI 2017 banyak yang dicoret. Penyebabnya dikarenakan perencanaan yang tidak matang.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan, pembahasan RAPBD Perubahan DKI 2017 masih dalam tahap penyesuaian KUA-PPAS. Hingga tahun kelima penyusunan anggaran periode kepemimpinan Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kini diteruskan Gubernur Djarot Saiful Hidayat, masih saja ditemukan banyaknya anggaran yang dicoret akibat buruknya perencanaan.

Salah satu contohnya, lanjut Triwisaksana, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (KUKMP) yang mengusulkan anggaran senilai Rp8,7 miliar, dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) senilai Rp43,8 miliar, dan oleh Banggar dicoret.

"Sangat disayangkan masih banyak anggaran yang dimatikan saat pembahasan. Ini bukti buruknya perencanaan. Saya harap pada 2018 tidak terjadi lagi hal seperti ini," kata Triwisaksana di DPRD DKI Jakarta pada Kamis, 24 Agustus 2017 kemarin.

Pria yang akrab disapa Sani itu menjelaskan, kegiatan yang dicoret dalam satu perangkat daerah itu bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Alasannya karena secara umum kegiatan tersebut tidak mungkin terealisasi sampai dengan akhir tahun 2017 yang hanya menyisakan waktu sekitar tiga bulan apabila target penyelesaian pembahasan selesai September mendatang.

Seharusnya, perangkat daerah sudah mengetahui hal tersebut sebelum pembahasan dimulai. Sehingga alokasi anggaran kegiatan yang dicoret bisa dialokasikan kepada kegiatan di perangkat daerah lain. "Sangat disayangkan karena anggaran tidak dipakai. Lebih baik dimasukkan ke kegiatan lain. Kami harap pekan depan pembahasan KUA-PPAS sudah selesai dan akhir September sudah bisa digunakan," ungkapnya.

Selain itu, Sani mengaku, DPRD juga menyoroti program Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih pada Oktober-Desember mendatang. Di mana, Dinas UMKMP harus sudah menyiapkan beberapa program, khususnya persiapan program One Kecamatan One Centre Of Entrepreneurship (OK Oce).

“Infrastruktur di kecamatan itu harus disiapkan baik dari aspek fisik ruangan, Sumber Daya Manusia (SDM), kemudian juga aplikasi, jaringan, pembiayaannya, itulah persiapan nanti untuk pelaksanaan lebih maksimal,” ucapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah menuturkan, banyak hal yang diubah dalam pembahasan RAPBD-Perubahan 2017. Perubahan tersebut terjadi karena adanya kesalahan penulisan pada hal-hal kecil dalam RAPBD 2017.

Nantinya, anggaran dalam kegiatan yang dicoret akan dialokasikan terhadap pembangunan prioritas, salah satunya fasilitas penunjang Asian Games 2018. "LRT, velodrome, dan equestrian itu kan tugas nasional untuk menyukseskan pesta olahraga Asian Games. Itu yang menjadi prioritas,” ucapnya.

Pengamat perkotaan Universitas Trisakti Nirwono Joga tidak heran masih adanya kegiatan yang dicoret dalam pembahasan anggaran di tahun terakhir. Hal itu akibat tidak adanya suasana kondusif dalam birokrasi Pemprov DKI.

Terlebih, pejabat DKI mendapatkan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) tanpa perlu merapihkan rencan kegiatan dan pelaksanaannya. Tidak adanya jaminan hukum dan kerap disalahkan depan umum oleh pimpinan ketika melakukan kesalahan mengakibatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) takut menjalankan kegiatan.

“Banyaknya program menggunakan dana perusahaan swasta juga menambah buruknya perencanaan perangkat daerah. Jadi mending asal saja, toh TKD tetap dapat,” ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
APBD DKI Jakarta 2024...
APBD DKI Jakarta 2024 Diperkirakan Rp81,58 Triliun
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
Serapan Anggaran Dinas...
Serapan Anggaran Dinas PPKUKM DKI Tembus 96,88 Persen
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
2 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
3 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
4 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
4 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
6 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
6 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved