Duh, Sopir Angkot Larang Angkutan Pedesaan Masuk Kota

Rabu, 23 Agustus 2017 - 18:49 WIB
Duh, Sopir Angkot Larang...
Duh, Sopir Angkot Larang Angkutan Pedesaan Masuk Kota
A A A
SALATIGA - Sopir angkutan kota (angkot) mencegat dan meminta kru angkutan pedesaan jurusan Salatiga-Kopeng, Kabupaten Semarang menurunkan penumpangnya yang hendak menuju Kota Salatiga di kawasan Pasar Sapi (Rejosari), Rabu (23/8/2017).

Alasannya, wilayah kota merupakan jalur trayek angkot dan kru angkutan pedesaan diminta menghargai aksi demo menolak angkutan online yang sedang dilakukan sopir angkot.

"Kami minta kru angkutan jurusan Salatiga-Ungaran, Salatiga-Kopeng untuk menurunkan penumpangnya di pinggir kota. Kami minta solidaritasnya untuk mendukung aksi demo menolak angkutan online yang sedang kami lakukan," kata salah seorang sopir angkot Bambang (48).

Sementara itu, aksi demo dan mogok massal yang dilakukan sopir angkot menuai kecaman dari masyarakat. Sebab pelarangan angkutan pedesaan masuk wilayah kota dinilai sudah melanggar hak kru angkutan umum lainnya dalam mencari rezeki.

"Angkutan pedesaan juga memiliki hak untuk mengantarkan penumpangnya hingga tujuan. Kalau sopir angkot memaksa sopir angkutan pedesaan menurunkan penumpangnya di Pasar Sapi, itu sudah perbuatan anarki," kata Diah Sari (34), warga Mrican, Tingkir.

Menurut dia, semestinya aksi penurunan penumpang tidak perlu dilakukan. Sebab perbuatan itu, selain merugikan angkutan pedesaan juga menyusahkan penumpangnya. "Itu yang disesalkan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyatakan, sejauh ini pihaknya belum akan mencabut surat pelarangan operasional angkutan berbasis online Go-Jek. "Saya tetap tidak mengijinkan Go-Jek beroperasional sepanjang belum ada kesepakatan bersama antara pihak Go-Jek dengan pemilik dan awak angkot," katanya.

Menurut dia, keputusan tersebut ditempuh untuk menjaga kondusifitas dan keamanan di Salatiga. Sebab jika sampai angkutan umum berbasis online diizinkan beroperasional sementara masih ada penolakan dari pihak angkutan konvensional maka bakal terjadinya gesekan di lapangan.

"Itu (gesekan) yang kami antisipasi. Karena itu, kami minta kedua belah pihak bisa duduk bersama berembug mencari solusi dan kesepakatan. Kami siap menfasilitasi," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Gojek Tutup Layanan...
Gojek Tutup Layanan GoLife dan GoFood Festival
Mantan Petinggi Amazon...
Mantan Petinggi Amazon dan Microsoft Jadi CTO di Gojek
Naik Ojol, Gojek Imbau...
Naik Ojol, Gojek Imbau Penumpang Bawa Helm Sendiri
Dishub Sulsel Diminta...
Dishub Sulsel Diminta Libatkan Masyarakat Sesuaikan Tarif Angkutan Online
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan...
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan Pengemudi Online, Tolak Intervensi Berlebihan
Berita Terkini
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
15 menit yang lalu
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
1 jam yang lalu
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
1 jam yang lalu
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
2 jam yang lalu
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
2 jam yang lalu
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
3 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved