PKS Disebut Penentu Paslon di Pilgub Jabar, Ini Respons Gerindra

Kamis, 03 Agustus 2017 - 16:28 WIB
PKS Disebut Penentu...
PKS Disebut Penentu Paslon di Pilgub Jabar, Ini Respons Gerindra
A A A
BANDUNG - Partai Gerindra tak sepakat dengan penilaian sejumlah kalangan yang menyebut Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menjadi penentu pasangan calon (paslon) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018, pascakegagalan PKS mengusung kadernya di Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, pada Pilgub DKI Jakarta Gerindra semula menetapkan Sandiaga Uno sebagai calon gubernur. Kemudian, PKS menyodorkan nama Mardani Ali Sera untuk bersanding dengan Sandiaga sebagai calon wakil gubernur.

Namun, tepat beberapa jam sebelum mendaftar di hari terakhir pendaftaran paslon di KPU DKI, Gerindra-PKS mengumumkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai paslon di Pilgub DKI. PKS berbesar hati karena kadernya gagal bertarung di Pilgub DKI.

Pengalaman di Pilgub DKI tersebut mendasari prediksi Gerindra akan menyerahkan penentuan paslon di Pilgub Jabar kepada PKS. Hal itu diperkuat dengan pernyataan Presiden PKS M Sohibul Iman yang mengklaim PKS dan Gerindra sepakat mengusung Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu, meski hal itu langsung dibantah Gerindra.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi membantah prediksi tersebut. Menurut dia, penentuan paslon bukan menjadi keputusan salah satu partai, melainkan keputusan bersama koalisi partai.

Bahkan, Mulyadi mengatakan, kalaupun PKS mengklaim menjadi penentu paslon di Pilgub Jabar, pihaknya memandang hal tersebut hanyalah harapan yang diinginkan PKS.

"Kalau PKS misalnya ada statement seperti itu (menjadi penentu paslon), itu mungkin materi yang di-propose, diusulkan PKS ke Gerindra, tapi kan tidak semua proposal bisa diakomodir kan?" kata Mulyadi di sela-sela Rapat Koordinasi Badan Pemenangan Pemilukada (BAPPDA) dan Pengarahan Calon Kepala Daerah Tahun 2018 dari DPD Partai Gerindra Jabar di Hotel Aston Pasteur, Jalan Djunjunan, Kota Bandung, Kamis (3/8/2017).

Mulyadi menuturkan, Gerindra dan PKS memang memiliki sejarah dalam menghadapi pertarungan politik mulai dari tingkat nasional sampai akar rumput. Bukan cuma koalisi, tapi dua partai ini disebutnya sudah bersekutu.

"Saya pertegas lagi. Kami hormati pernyataan Pak Sohibul, tapi mungkin itu mekanisme internal PKS. Gerindra langsung respons dan kami sampaikan keputusan pasangan itu belum lewat koalisi. Itu hanya dalam tataran partai," jelasnya.

Dia menambahkan, Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Gerindra Jabar yang menelurkan nama dirinya untuk maju ke Pilgub Jabar sudah disepakati langsung Prabowo Subianto. Sebab, orang nomor satu di Partai Gerindra itu menginginkan kader internal bertarung di Pilgub Jabar.

Sebelumnya diberitakan, pakar politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Firman Manan mengatakan, meskipun DPW PKS Jabar sudah mengajukan dua nama, yakni Netty Heryawan dan Ahmad Syaikhu lewat Pemilihan Raya (Pemira), namun peluang untuk mencari sosok lain masih terbuka lebar. Terlebih, PKS kemungkinan besar akan menjadi penentu pasangan calon di Pilgub Jabar setelah partai koalisinya, Gerindra menjadi penentu di Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Firman menekankan, tugas PKS saat ini adalah kembali melakukan konsolidasi internal. PKS harus membangun soliditas yang kuat di internalnya, agar kandidat cagub Jabar yang akan diusung didukung penuh seluruh kader PKS. (Baca juga: PKS Perlu Evaluasi Ulang Kandidat Cagub Jabar ).
(zik)
Berita Terkait
Alasan Anies Baswedan...
Alasan Anies Baswedan Tak Jadi Maju Pilkada Jawa Barat 2024
KPU dan Pemprov Jabar...
KPU dan Pemprov Jabar Sepakati Dana Pilgub 2024 Capai Rp1,104 Triliun
Nyoblos di Bandung,...
Nyoblos di Bandung, Ridwan Kamil Harap Pemimpin Jabar ke Depan Dapat Lanjutkan Prestasi
KPU Jabar Tetapkan 35.966.840...
KPU Jabar Tetapkan 35.966.840 Pemilih di Pilkada Jabar 2024
PDIP Incar Kursi Cawagub...
PDIP Incar Kursi Cawagub di Pilkada Jawa Barat
Diduga Kelelahan, 6...
Diduga Kelelahan, 6 Petugas Pilkada di Jawa Barat Meninggal
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
17 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved