Menengok Cara Pembuatan Golok Betawi di Setu Babakan

Selasa, 01 Agustus 2017 - 05:08 WIB
Menengok Cara Pembuatan...
Menengok Cara Pembuatan Golok Betawi di Setu Babakan
A A A
JAKARTA - Golok betawi merupakan bagian dari peradaban masyarakat Betawi. Orang Betawi percaya jika golok ini memiliki unsur magnet tersendiri bagi pemiliknya, berikut filosofis dan pemaknaan yang terkandung dalam golok Betawi.

Masyarakat Betawi percaya, jika ‎pada Zaman dahulu, si penempa atau pembuat golok merupakan orang yang disucikan. Biasanya ada beberapa ritual yang dilakukan pembuat golok.

Masyarakat saat ini hanya mengetahui golok dalam bentuk jadi, namun belum tentu mengetahui bagaimana proses pembuatan golok itu sendiri.

Seorang pandai besi dari Kampus Bamboe Sanggabuana Kali Pasanggrahan, Defit memperlihatkan proses pembuatan golok Betawi. Besi yang masih membara ditempatkan di paron (alas tempaan) yang kemudian di pukul dengan menggunakan palu untuk memipih bahan yang terbuat dari besi atau baja tersebut.

Penempaan ini dilakukan berulang kali dengan panas yang tinggi hingga bahan golok ini mudah dibentuk sesuai dengan yang diingin kan. Setelah terbentuk, kemudian dirapikan dengan menggunakan ampelas.

‎Menurutnya, jika proses penempaan golok ini dilakukan secara tradisional bisa selesai hingga berminggu-minggu. "Bisa berminggu-minggu, paling cepet seminggu," katanya ketika ditemui di Setu Babakan, Jakarta Selatan‎, Minggu 30 Agustus 2017.

‎Jenis bahan, ketebalan, dan perlakuan panas pada saat pembakaran serta penempaan pun berpengaruh pada lama dan tidaknya proses penempaan. Begitu pun permintaan bentuk golok yang diinginkan pemesan.

‎"Proses pembuatan, kalau kami bahannya bisa dari pabrikasi atau limbah. Bahan itu relatif. Tergantung permintaanya dan di sesuaikan peruntukannya," jelasnya.

Pasalnya semua golok memiliki modelnya masing-masing, namun untuk golok Betawi ini ciri khasnya ada di gagang goloknya yang runcing. Masyaraat Betawi biasa menyebutnya 'gagang jengkolan'.

‎"Semua golok manapun punya style yang berbeda bentuk baik dari sarung, tebal tipis, lengkungan bilah, gagang dan simpai, dan biasanya ada cirinya. Nah kalo betawi ini khasnya di gagang jengkolan," ujarnya.

Namun untuk bahan sengaja pihak Kampus Bamboe Sanggabuana Kali Pasanggrahan ‎menggunakan bahan limbah. Karena selain mendaur ulang agar tak terbuang sia-sia, juga bahan tersebut memiliki tantangan tersendiri pada saat pembuatan atau pembentukan golok.

Biasanya limbah yang digunakan adalah baja bekas per mobil atau andong. Untuk kualitas yang dihasilkan dari bahan tersebut sangat bagus, baik dari segi kualitas serta hasil ketajamannya.
(ysw)
Berita Terkait
Masih Berlangsung, Ini...
Masih Berlangsung, Ini Jadwal Rangkaian Kegiatan Pekan Kesenian Bali 2024
Bersaing dengan Kesenian...
Bersaing dengan Kesenian Modern, Ini Upaya Seniman Batang Lestarikan Tari Lengger
18 Koreografer Muda...
18 Koreografer Muda dari Berbagai Daerah Unjuk Karya Inspiratif di Bali
Belajar dengan Gembira...
Belajar dengan Gembira di Sanggar Bocah Jawa
Pra Event Indonesia...
Pra Event Indonesia Bertutur 2022 Berakhir di Rotterdam
Bersama L- Project dan...
Bersama L- Project dan Art Koridor, UST Gelar International Art Exhibition di Yogya Gallery
Berita Terkini
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
17 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
8 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
8 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved