Penyandang Gangguan Jiwa di Sleman Tinggi

Rabu, 26 Juli 2017 - 17:22 WIB
Penyandang Gangguan...
Penyandang Gangguan Jiwa di Sleman Tinggi
A A A
SLEMAN - Penyandang gangguan jiwa atau disabilitas psikososial di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tinggi. Data pemerintah kabupaten (pemkab) setempat, tahun 2016 jumlahnya tercatat sebanyak 543 orang.

Pemkab Sleman terus melakukan berbagai langkah untuk menekan dan mengatasi masalah tersebut. Langkah itu baik melalui pendampingan maupun dengan pendidikan keluarga dan masyarakat.

“Dengan langkah tersebut diharapkan dalam penanganan penyandang disabilitas psikososial dapat ditanggapi dengan cara yang lebih positif,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni dalam Workshop Program Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat dan Hasil Baseline Survey di Kantor Pemkab Sleman, Rabu (36/7/2017).

Menurut Novita, peran pendidikan keluarga dan masyarakat sangat penting. Keluarga berperan besar dalam memberikan pendampingan kepada para penyandang disabilitas psikososial, baik pendampingan untuk mengakses layanan kesehatan jiwa maupun memberikan perawatan yang tepat.

Menurut dia, selama ini, perlakuan di keluarga maupun di masyarakat tidak jarang masih melanggar hak para penyandang disabilitas psikososial. Kecenderungan tersebut harus diubah sehingga para penyandang tetap memperoleh ruang yang layak. “Dari catatan pada Juni 2017, masih ada tujuh kasus penyandang yang kadang dipasung dan kadang tidak,” katanya.

Untuk itu terbentuknya masyarakat yang berkontribusi secara proaktif pada kesehatan jiwa berbasis hak yang komprehensif dan terpadu harus diupayakan. Terwujudnya ruang yang layak bagi penyandang disabilitas psikologis mesti diupayakan dari berbagai unsur, baik keluarga, masyarakat, stakeholder maupun berbagai komponen yang terlihat.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman Sri Winarti menambahkan, pendidikan keluarga dan masyarakat menjadi poin penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini diharapkan bisa menekan jumlah penyandang gangguan jiwa.
(mcm)
Berita Terkait
Terkendala Biaya untuk...
Terkendala Biaya untuk Berobat, Kakek Penderita Gangguan Jiwa Ini Terpaksa Dipasung Keluarga
Melawan saat Ditangkap,...
Melawan saat Ditangkap, ODGJ Pelaku Pembunuhan di Sikka Tewas Ditembak
Kesal Ditegur, Orang...
Kesal Ditegur, Orang Dengan Gangguan Jiwa Acungkan Pisau ke Pemotor di Tangsel
Ngamuk di Tengah Jalan...
Ngamuk di Tengah Jalan Sambil Bawa Sabit, Pria Ini Gemparkan Warga Banyumas
Suami Idap Gangguan...
Suami Idap Gangguan Jiwa, Atik Berjibaku Hidupi 3 Anaknya
China Gempar, Viral...
China Gempar, Viral Video Perempuan Paruh Baya Dirantai di Leher
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
2 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
12 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved