Gerebek Gudang Beras, Negara Dirugikan Lebih dari Rp15 Triliun

Jum'at, 21 Juli 2017 - 10:27 WIB
Gerebek Gudang Beras,...
Gerebek Gudang Beras, Negara Dirugikan Lebih dari Rp15 Triliun
A A A
JAKARTA - Upaya pengoplosan beras dalam jumlah besar yang dilakukan sebuah pabrik beras di bekasi digagalkan. Dalam kasus ini, negara berpotensi dirugikan hingga Rp15 triliun.

Dalam penggerebekan yang dilakukan semalam, tim satgas pangan menyita 1.162 ton beras. Dalam aksinya, perusahaan tersebut menjual beras yang tadinya IR64 menjadi jenis premium dengan harga Rp20.400 per kilogram.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, Beras itu adalah jenis IR 64 yang akan dijadikan beras premium dan dijual dengan harga tiga kali lipat di pasaran.

Menurutnya, jika dilihat dari kuantitas beras yang ditimbun di gudang tersebut, pemerintah diperkirakan mengalami kerugian lebih dari Rp15 triliun. Sebab, beras yang ditemukan itu jenis IR 64 yang disubsidi pemerintah, dengan harga Rp6.000 per kilogram hingga Rp7.000 per kilogram.

Rencananya beras itu akan dikemas menjadi beras premium dengan harga jual 3 kali lipat lebih mahal menjadi Rp20.400 per kilogram. Sehingga, ada selisih sekitar Rp14.000. ”Temuan ini bisa menekan konsumen menjerit, namun tidak berdampak kepada petaninya,” ungkapnya.

Kapolri Jendral Tito Karnavian menambahkan, dalam temuan itu pihaknya menemukan tulisam label bungkus berasnya terkandung karbohidrat 25 persen. Padahal, hasil dari cek laboratorium, nilai karbohidratnya 81,45 persen. ”Ini bukan premium, tapi dijual premium, masyarakat tertipu,” tambahnya.

Tito menjelaskan, dalam penggerebekkan ini pihaknya mengamankan 1.162 ton beras yang telah terbungkus itu dan siap edar sebagai barang buktinya. Bahkan, beras tersebut akan diedarkan kesejumlah wilayah Jabodetabek. ”Sebelum diedarkan, keburu kami amankan,” tukasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Gerebek Rumah Pengedar...
Gerebek Rumah Pengedar Narkoba di Lombok Timur, Polisi Sita 15,38 Gram Sabu
Polisi Tangkap 27 Orang...
Polisi Tangkap 27 Orang Hasil Penggerebekan Kampung Bahari Tanjung Priok
Rio de Janeiro Mencekam,...
Rio de Janeiro Mencekam, 18 Orang Tewas dalam Penggerebekan Geng Narkoba di Favela Alemao Brazil
Bikin Motor Sering Mogok,...
Bikin Motor Sering Mogok, Agen Oli Palsu di Muba Digerebek Warga
Serbu Bantaran Sungai...
Serbu Bantaran Sungai Deli, Polisi Tangkap Lalu Lepaskan 2 Pemakai Sabu
Kampung Boncos Digerebek,...
Kampung Boncos Digerebek, 46 Orang Positif Sabu
Berita Terkini
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
1 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
1 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
1 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
2 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
3 jam yang lalu
Ledakan Bom Sisa Perang...
Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua, 9 Tewas, 6 Luka-luka
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved