Calon Guru Besar Universitas Halu Oleo Kendari, Diduga Plagiat

Rabu, 12 Juli 2017 - 15:06 WIB
Calon Guru Besar Universitas...
Calon Guru Besar Universitas Halu Oleo Kendari, Diduga Plagiat
A A A
KENDARI - Calon Guru Besar Universitas Halu Oleo (UHO), yang terpilih menjadi rektor berinisial MZF, diduga melakukan plagiat karya ilmiah pada sejumlah jurnalnya.Salah satu jurnal yang diduga diplagiat calon guru besar UHO ini, telah diterbitkan ARPN Of Jurnal Engeneering and Aplied Science, Vol. 11, No. 19, October 2016, Halaman 11595 - 11598 Tahun 2016.

Dugaan plagiat ini, diprotes puluhan guru besar UHO, dengan berbagai aksi hingga menyurat pada pemerintah pusat, agar diusut tuntas.

Menurut salah seorang guru besar Prof La Rianda, protes yang mereka lakukan untuk mempertahan citra UHO sebagai lembaga pendidikan.

"Karena kalau ini sudah runtuh, sudah tidak ada maknanya seorang dosen itu mengajar dan membimbing disertasi, tesis, skripsi. Karena sudah tidak ada nilai kejujuran," jelas Rianda.

Perjuangan melawan plagiat karya ilmiah yang dilakukan saat ini, para guru besar UHO, menurut Rianda, adalah imbauan moral.

"Ini terlepas dari persoalan pelantikan, Kami hanya menginginkan pimpinan Universitas Halu Oleo itu, siapapun dia, itu tidak tercemar namannya karena plagirsme, karena dialah panutan seluruh warga UHO, sebagai contoh tauladan," tegas Rianda.

Prof Zailili Sailan, juga seorang guru besar UHO, berpendapat sama. Menurut Zalili, dalam meningkatkan sumber daya manusia, perguruan tinggi itu harus mempunyai tanggung jawab yang besar, karena mutu pendidikan menjadi bagian penting di republik ini.

"Kalaupun ada perbuatan-perbuatan yang tercelah seperti ini, menurut kami (guru besar UHO) itu memang sangat luar biasa. Apalagi ada aturan, ada undang undang, ada kepmen dan lain sebagainya," jelas Zalili Sailan.

Lanjut Zalili, dalam kepmen, bagi calon rektor itu tidak bisa plagiator. Bagi Zalili, hal ini memiliki dampak, di beberapa universitas lain di Indonesia, pada akhirnya usulan guru besar itu dihentikan, karena perbuatan seseorang melakukan plagiat. "Itukan dampaknya sangat luar biasa itu, bagi sebuah lembaga pendidikan," tegas Zalili

Dampak negatif lainnya, menurut Zalili, namai baik Univesitas Halu Oleo di tengah-tengah Universitas lainnya di Indonesia.

"Sebuah Universitas besar di Sulawesi Tenggara, sebuah Universitas yang kita hormati lantas tidak memberikan contoh yang baik"

Para Guru besar UHO telah bersepakat, hal ini tidak bisa dibiarkan. Kasus plagiator diduga dilakukan calon guru besar, MZF, harus segera diselesaikan. Menurut Zalili, aturan harus dijalankan seadil-adilnya kepada siapapun.
(sms)
Berita Terkait
Berikan Kesempatan Mahasiswa...
Berikan Kesempatan Mahasiswa Bekerja di Luar Negeri, USNI Gandeng YOU-I Japan
Perguruan Tinggi Vokasi...
Perguruan Tinggi Vokasi Bukan Perguruan Tinggi Kelas Dua
Aksi Dosen dari 35 PTN...
Aksi Dosen dari 35 PTN Baru Tuntut Status Kepegawaian
Majukan Industri Logistik,...
Majukan Industri Logistik, TIKI Gandeng Perguruan Tinggi
LLDikti Dorong Perguruan...
LLDikti Dorong Perguruan Tinggi Kembangkan LMS
Perguruan Tinggi Diminta...
Perguruan Tinggi Diminta Buat Laboratorium Kewirausahaan
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
2 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
6 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
6 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
6 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
9 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved