Marak Perampok Gunakan Senpi, Kriminolog: Polisi Kurang Pengawasan Senpi Rakitan

Jum'at, 16 Juni 2017 - 08:02 WIB
Marak Perampok Gunakan...
Marak Perampok Gunakan Senpi, Kriminolog: Polisi Kurang Pengawasan Senpi Rakitan
A A A
JAKARTA - Penggunaan senjata api (Senpi) oleh para pelaku kejahatan kini sepertinya sudah menjadi pemandangan yang biasa. Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala pun angkat bicara ihwal persoalan tersebut.

Menurutnya, itu terjadi karena pihak kepolisian kurang mengawasi peredaran senpi rakitan. Sebab kata dia, kebanyakan perampok yang menggunakan senpi kala melancarkan perbuatannya menggunakan senpi berjenis rakitan.

“Karena menurut saya polri tidak serius dalam melakukan pengawasan terhadap senjata api organik maupun rakitan,” ujarnya, Jumat (16/6/2017).

Saat ini, lanjut dia, perampok-perampok tersebut beraksi karena momen menjelang lebaran. Di mana orang-orang sedang memiliki uang. Hal itu dianggap sebagai sesuatu yang menguntungkan bagi mereka untuk melakukan tindak kejahatan.

"Sekarang ini semua orang punya duit, bawa duit di kantong masing-masing. Ada yang bawa duit untuk THR, untuk beli baju, ya macem-macem lah. Intinya orang pada bawa duit sekarang ini," kata Adrianus.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak memilih yakni mengedepankan keselamatan jiwa atau harta. Karena saat ini pelaku kejahatan kian nekat terhadap korbannya.

"Prosedur keamanan juga harus tetap dilakukan, jangan lengah. Minimal mengurangi resiko penjahat untuk bertindak," pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam seminggu terakhir telah terjadi dua kasus perampokan disertai pembunuhan dengan menggunakan senjata api. Kasus pertama terjadi di SPBU Daan Mogot Jakarta Barat, pada Jumat 9 Juni 2017, di mana Davidson Tantono (30) menjadi korbannya.

Kasus lainnya menimpa seorang mahasiswi, Italia Chandra Kirana Putri (22) yang tewas ditembak perampok di kediamannya Perumahan Bugel Indah, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Tangerang pada Senin 12 Juni 2017.
(ysw)
Berita Terkait
Residivis Perampok Ternak...
Residivis Perampok Ternak Bebek Dicokok Polisi
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Gulung Ratusan Bandit Jalanan
3 Oknum Polisi Medan...
3 Oknum Polisi Medan yang Rampas Motor Warga Ditahan dan Diancam Pidana
15 Tahun Kabur dari...
15 Tahun Kabur dari Tahanan, Residivis Curanmor Tertangkap Warga Dipukuli
Pasutri Ini Kompak Curi...
Pasutri Ini Kompak Curi Motor, 30 Kali Beraksi di Kediri
Gagal Rampok Taksi Online,...
Gagal Rampok Taksi Online, Sindikat Pencurian Mobil Ditangkap Massa
Berita Terkini
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
1 jam yang lalu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
2 jam yang lalu
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
3 jam yang lalu
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
3 jam yang lalu
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved