Ramadan, Pasokan Darah di Bekasi Menurun Drastis hingga 50%
Jum'at, 02 Juni 2017 - 14:48 WIB
Ramadan, Pasokan Darah di Bekasi Menurun Drastis hingga 50%
A
A
A
BEKASI - Palang Merah Indonesia (PMI) menyebutkan pasokan darah pada bulan suci Ramadan menurun di wilahnya. Penyebabnya, banyak warga Bekasi yang enggan mendonorkan darahnya lantaran khawatir membatalkan puasa.
”Pasokan darah harian yang masuk ke Unit Transfusi Darah (UTD) PMI mengalami penurunan hingga 50%,” ujar Manager Mutu UTD PMI Kota Bekasi, Selvi Mayasari, Jum’at (2/6). Menurut dia, biasanya bisa melayani 30 calon pendonor darah. Namun, saat ini menurun menjadi 15 orang.
Selvi menjelaskan, sebenarnya mendonor darah tidak membatalkan puasa, berbeda dengan infus yang bisa membatalkan puasa. Justru mendonor darah dianjurkan tidak makan tiga jam sebelum mendonor.”Setiap bulan puasa, stok darah di Bekasi biasanya berkurang,” katanya.
Ditambah, kata dia, kekhawatiran warga mendonor darah saat puasa bisa membuat tubuh lemas yang berujung membatalkan puasanya. Padahal, hal itu tergantung niat dan kondisi si pendonor itu sendiri. Untuk itu, PMI mengantisipasi dengan membuka pelayanan lebih panjang.
Di hari biasa, petugas melayani transfusi darah dari pukul 08.00 sampai 16.00. Namun, di bulan Ramadan diperpanjang sampai pukul 22.30 WIB.”Intensitas donor darah juga kita tingkatkan jauh sebelum bulan puasa. Saat ini stok darah di PMI berkisar 600 kantong untuk persedian selama Ramadan,” jelasnya.
”Pasokan darah harian yang masuk ke Unit Transfusi Darah (UTD) PMI mengalami penurunan hingga 50%,” ujar Manager Mutu UTD PMI Kota Bekasi, Selvi Mayasari, Jum’at (2/6). Menurut dia, biasanya bisa melayani 30 calon pendonor darah. Namun, saat ini menurun menjadi 15 orang.
Selvi menjelaskan, sebenarnya mendonor darah tidak membatalkan puasa, berbeda dengan infus yang bisa membatalkan puasa. Justru mendonor darah dianjurkan tidak makan tiga jam sebelum mendonor.”Setiap bulan puasa, stok darah di Bekasi biasanya berkurang,” katanya.
Ditambah, kata dia, kekhawatiran warga mendonor darah saat puasa bisa membuat tubuh lemas yang berujung membatalkan puasanya. Padahal, hal itu tergantung niat dan kondisi si pendonor itu sendiri. Untuk itu, PMI mengantisipasi dengan membuka pelayanan lebih panjang.
Di hari biasa, petugas melayani transfusi darah dari pukul 08.00 sampai 16.00. Namun, di bulan Ramadan diperpanjang sampai pukul 22.30 WIB.”Intensitas donor darah juga kita tingkatkan jauh sebelum bulan puasa. Saat ini stok darah di PMI berkisar 600 kantong untuk persedian selama Ramadan,” jelasnya.
(pur)