Sudah 149 Tahanan Rutan Pekanbaru Ditangkap Kembali
Jum'at, 05 Mei 2017 - 20:40 WIB
Sudah 149 Tahanan Rutan Pekanbaru Ditangkap Kembali
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 149 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk,Pekanbaru, Riau, yang kabur telah ditangkap kembali. Namun, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia belum dapat memastikan jumlah tahanan yang masih buron.
"Yang tertangkap 149 orang," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan I Wayan Kusmiantha Dusak dalam Konferensi Pers di Kantornya, Jalan Veteran Nomor 11, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017) malam.
Dia mengungkapkan penyebab kaburnya sekitar 200 tahanan karena kapasitas Rutan Kelas II B Pekanbaru itu sebenarnya hanya 561 orang. Namun, pada kenyataannya dihuni oleh 1.870 warga binaan, terdiri dari 910 tahanan dan 960 narapidana.
Akibatnya, Rutan tersebut selama ini mengalami kelebihan kapasitas 1.309 orang atau 233 %. Dari 1.870 orang warga binaan itu, 76 di antaranya kasus korupsi, 421 kasus narkoba, 14 kasus illegal logging, dan 1359 kasus pidana umum.
Adapun pegawai yang bertugas di Rutan itu sebanyak 51 orang, terdiri dari 40 petugas pria dan 11 wanita. Sedangkan 51 pegawai itu terdiri dari empat pejabat, 30 petugas pengamanan, 5 petugas pembinaan, 3 orang petugas kesehatan, dan 9 petugas dukungan teknis.
"Yang tertangkap 149 orang," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan I Wayan Kusmiantha Dusak dalam Konferensi Pers di Kantornya, Jalan Veteran Nomor 11, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017) malam.
Dia mengungkapkan penyebab kaburnya sekitar 200 tahanan karena kapasitas Rutan Kelas II B Pekanbaru itu sebenarnya hanya 561 orang. Namun, pada kenyataannya dihuni oleh 1.870 warga binaan, terdiri dari 910 tahanan dan 960 narapidana.
Akibatnya, Rutan tersebut selama ini mengalami kelebihan kapasitas 1.309 orang atau 233 %. Dari 1.870 orang warga binaan itu, 76 di antaranya kasus korupsi, 421 kasus narkoba, 14 kasus illegal logging, dan 1359 kasus pidana umum.
Adapun pegawai yang bertugas di Rutan itu sebanyak 51 orang, terdiri dari 40 petugas pria dan 11 wanita. Sedangkan 51 pegawai itu terdiri dari empat pejabat, 30 petugas pengamanan, 5 petugas pembinaan, 3 orang petugas kesehatan, dan 9 petugas dukungan teknis.
(wib)