Situs Batu Kendit, Tempat Bertemunya Dewi Samboja-Utusan Kerajaan Galuh Pangauban

Sabtu, 06 Mei 2017 - 05:00 WIB
Situs Batu Kendit, Tempat...
Situs Batu Kendit, Tempat Bertemunya Dewi Samboja-Utusan Kerajaan Galuh Pangauban
A A A
Situs batu kendit yang terletak di Blok Paliken, Desa Pasirgeulis, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, diyakini sebagai inspirasi bentuk leuit atau lumbung padi.

Menurut Juru Kunci Desa Pasirgeulis Budi Hartono (45), Situs Batu Kendit merupakan tempat bertemunya Dewi Samboja dengan utusan dari Kerajaan Galuh Pangauban yang saat itu dipimpin oleh Prabu Haur Koneng. Namun, hingga saat ini utusan Kerajaan Galuh Pangauban tersebut tidak diketahui namanya.

"Dewi Samboja pada saat itu dalam kondisi panik, setelah Raden Anggalarang (suami Dewi Samboja) dibunuh kelompok Suraboma atau Bajo," kata Budi.

Konon, kala itu Dewi Samboja hendak menuju Kerajaan Galuh Pangauban untuk menemui orang tua Raden Anggalarang. Namun, lantaran harus melewati Kerajaan Kawasen yang merupakan salah satu kerajaan di bawah kekuasaan Mataram, akhirnya dia enggan untuk lewat.

Dewi Samboja memilih untuk bermukim di Blok Paliken dan menunggu kedatangan utusan dari Kerajaan Galuh Pangauban. Saat menunggu, Dewi Samboja selalu merasa ketakutan dan curiga kepada setiap orang yang bertemu dengannya dan selalu menyangka mata-mata dari Suraboma atau Bajo. Akhirnya, Dewi Samboja bertemu dengan salah satu utusan Kerajaan Galuh Pangauban. Saat pertama kali bertemu, Dewi Samboja tidak langsung percaya.

Agar yakin bahwa yang datang itu utusan Kerajaan Galuh Pangauban, Dewi Samboja menancapkan sebatang lidi di tanah dan menyuruh untuk mencabutnya. Utusan itu langsung mencabut lidi yang ditancapkan Dewi Samboja. Setelah dicabut, ternyata lidi itu memiliki akar berupa batu.

Batu yang keluar dari lidi itu oleh masyarakat dinamakan Blok Batu Paliken yang lokasinya tidak jauh dari Situs Batu Kendit, kurang lebih 20 meter.

"Sejak pertemuan itu, Dewi Samboja dengan utusan dari Kerajaan Galuh Pangauban menetap hingga berbulan-bulan sambil menyusun strategi pembalasan atas kematian Raden Anggalarang oleh Suraboma atau Bajo," kata Budi Hartono.

Eeng, warga setempat mengatakan, berdasarkan cerita yang dia ketahui, saat Dewi Samboja dan utusan Kerajaan Galuh Pangauban menetap di Blok Batu Paliken, mereka berpikir untuk memenuhi kebutuhan pangan selama bermukim.

"Utusan Kerajaan Galuh Pangauban akhirnya berpikir harus ada tempat penyimpanan padi, sehingga batu Situs Batu Kendit itu ditiru menjadi sebuah bangunan yang dibuatnya menggunakan kayu," kata Eeng.

Bangunan yang dibuat oleh utusan Kerajaan Galuh Pangauban hingga sekarang diikuti oleh masyarakat sebagai tempat penyimpanan padi yang dinamakan leuit atau lumbung padi.

Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat dan Masyarakat Hukum Adat Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Pangandaran Erik Krisnayudha berharap lokasi itu dilestarikan.

"Lokasi batu kendit merupakan lokasi tempat bersejarah, untuk itu perlu ada kesadaran dari masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lokasi ini," katanya.
(zik)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
54 menit yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
5 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
5 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
6 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
6 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
6 jam yang lalu
Infografis
Misteri Batu Hidup yang...
Misteri Batu Hidup yang Tumbuh dan Bergerak Belum Terpecahkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved