Ditanya Kabar, Guru Honorer Salah Paham dan Pukul Rekan
Rabu, 03 Mei 2017 - 20:25 WIB
Ditanya Kabar, Guru Honorer Salah Paham dan Pukul Rekan
A
A
A
PALEMBANG - Mitra Utami (25), seorang guru honorer di SDN 242 Talang Kelapa, Palembang terpaksa melaporkan rekannya berinisial YN (24), ke Polresta Palembang, Rabu (3/4/2107).
Laporan itu dilayangkan korban lantaran YN diduga sudah melakukan penganiayaan terhadapnya hingga menyebabkan luka lebam.
Dalam laporannya, korban menyebut aksi penganiayaan itu berlangsung di sekolah tempat korban mengajar. Dimana awal sebelum kejadian, korban sempat menelpon dan menanyakan kabar terlapor yang sudah beberapa hari tidak mengajar.
Namun perhatian korban rupanya disalahartikan oleh terlapor sehingga terjadilah selisih paham antara keduanya.
"Saya awalnya telpon dia (terlapor) dan bertanya kenapa tidak mengajar. Saya juga bilang kalau banyak berkas menumpuk di sekolah yang harus diselesaikan. Tapi saat itu dia langsung marah-marah," kata korban yang tercatat sebagai warga Jalan Perumahan Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar ini.
Padahal, lanjut korban, saat itu dirinya berbicara secara baik-baik kepada terlapor.
"Tak lama setelah itu, rupanya dia datang ke sekolah dengan tujuan mengantarkan laptop kepada salah seorang guru. Dia juga menemui saya dan mencaci saya dengan menyebut saya sudah mencapuri urusannya," terangnya.
Tidak hanya itu, terlapor yang diduga saat itu sedang kesal langsung mukuli korban dengan tangannya. "Dia memukul saya juga dan mengingatkan saya agar menjaga ucapan. Padahal saya tidak bicara kasar," timpalnya.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan telah menerima laporan tersebut. "Laporannya telah menerima laporan tersebut dan akan segera ditindaklanjuti," pungkasnya.
Laporan itu dilayangkan korban lantaran YN diduga sudah melakukan penganiayaan terhadapnya hingga menyebabkan luka lebam.
Dalam laporannya, korban menyebut aksi penganiayaan itu berlangsung di sekolah tempat korban mengajar. Dimana awal sebelum kejadian, korban sempat menelpon dan menanyakan kabar terlapor yang sudah beberapa hari tidak mengajar.
Namun perhatian korban rupanya disalahartikan oleh terlapor sehingga terjadilah selisih paham antara keduanya.
"Saya awalnya telpon dia (terlapor) dan bertanya kenapa tidak mengajar. Saya juga bilang kalau banyak berkas menumpuk di sekolah yang harus diselesaikan. Tapi saat itu dia langsung marah-marah," kata korban yang tercatat sebagai warga Jalan Perumahan Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar ini.
Padahal, lanjut korban, saat itu dirinya berbicara secara baik-baik kepada terlapor.
"Tak lama setelah itu, rupanya dia datang ke sekolah dengan tujuan mengantarkan laptop kepada salah seorang guru. Dia juga menemui saya dan mencaci saya dengan menyebut saya sudah mencapuri urusannya," terangnya.
Tidak hanya itu, terlapor yang diduga saat itu sedang kesal langsung mukuli korban dengan tangannya. "Dia memukul saya juga dan mengingatkan saya agar menjaga ucapan. Padahal saya tidak bicara kasar," timpalnya.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan telah menerima laporan tersebut. "Laporannya telah menerima laporan tersebut dan akan segera ditindaklanjuti," pungkasnya.
(nag)