11 Calhaj Mundur, Dicoret Bila Tak Berangkat Musim Haji Berikutnya

Kamis, 27 April 2017 - 15:49 WIB
11 Calhaj Mundur, Dicoret...
11 Calhaj Mundur, Dicoret Bila Tak Berangkat Musim Haji Berikutnya
A A A
TULUNGAGUNG - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Tulungagung memberi kesempatan dua musim haji untuk calon jamaah haji (calhaj) yang membatalkan keberangkatan tahun ini. Kemenag akan mencoret nama mereka dari porsi pemberangkatan bila pembatalan kembali terjadi.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kankemenag Tulungagung Safa Anton mengatakan sedikitnya 11 orang calhaj menyatakan mundur pada musim haji tahun 2017 ini.

“Mereka (calhaj) telah membuat surat pernyataan pengunduran diri,“ ujar Safa kepada wartawan. Serangan stroke secara tiba tiba menjadi alasan sepihak calhaj untuk mundur.

Yang bersangkutan, terutama keluarga berpendapat rukun haji tidak mungkin ditunaikan dengan baik. Sebab stroke membuat fungsi organ tubuh menurun, bahkan ada yang hilang fungsi.

Kesiapan mental, kata Safa, juga menjadi alasan beberapa calhaj membatalkan pemberangkatan. Mereka merasa belum siap untuk melakukan ihram, thawaf, sa’i, wukuf, tahalul dan tertib.

Ada juga yang memutuskan menunda keberangkatan karena alasan buah hati yang masih berusia balita.
“Rata rata yang menunda keberangkatan tahun ini adalah calhaj yang berstatus pasangan suami istri,“ terang Safa.

Pada dua musim haji dua tahun ke depan, para calhaj yang batal berangkat tahun ini, kata Safa masih bisa menempati porsinya.

Artinya mereka bisa langsung berangkat tanpa harus antri menunggu. Namun bila kesempatan itu (dua musim haji) tidak juga diambil, nama ke 11 calhaj akan dicoret dari porsi pemberangkatan.

Menurut Safa mereka harus mendaftar dari awal bila berubah pikiran ingin berangkat kembali. “Sebab porsinya telah hangus bila dua kesempatan musim haji dilewati. Solusinya ya harus mendaftar dari awal lagi,“ jelasnya.

Dari jumlah 1.008 calhaj asal Tulungagung yang berangkat tahun ini, baru 705 calhaj yang melunasi pembayaran tahap pertama.

11 orang calhaj yang mundur termasuk yang belum melunasi. Total biaya penyelenggaraan haji dari embarkasi Surabaya Rp35.666.250. Ada 53 porsi cadangan calhaj dimana 25 calhaj diantaranya sudah melunasi pembayaran tahap pertama.

“Batas waktu pelunasan tahap pertama hingga 5 Mei 2017. Bagi calhaj yang belum lunas masih memiliki waktu jatuh tempo yang cukup panjang,“ pungkasnya.

Imam Ma’ruf salah seorang warga Tulungagung menilai haji telah menjadi ibadah yang mengantre panjang.
Dia berharap ada terobosan dari pemerintah untuk meringkas panjangnya antrean.

“Sebab antrian itu tidak hanya setahun dua tahun. Bahkan ada yang menunggu mulai tujuh sampai sepuluh tahun,“ tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Sepuluh Daerah di Indonesia...
Sepuluh Daerah di Indonesia dengan Antrean Haji Tercepat
3 Terobosan Perdana...
3 Terobosan Perdana Haji 2025: Lebih Terbuka, Terjangkau, Kompetitif
Tahun Ini Haji Akbar,...
Tahun Ini Haji Akbar, Mengapa dan Apa Alasannya?
Mengenal 3 Jenis Haji:...
Mengenal 3 Jenis Haji: Ifrad, Tamattu, dan Qiran
Indonesia Dapat Kuota...
Indonesia Dapat Kuota 221.000, Ini Jadwal dan Tahapan Penyelenggaraan Haji 2025
Jadwal Haji Hingga Puncak...
Jadwal Haji Hingga Puncak Haji Tahun 2025
Berita Terkini
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
9 menit yang lalu
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
16 menit yang lalu
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
16 menit yang lalu
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
31 menit yang lalu
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
52 menit yang lalu
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
58 menit yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved