Sebut Lindungi Nelayan dalam Debat, KNTI: Ahok Sedang Berhalusinasi

Jum'at, 14 April 2017 - 11:43 WIB
Sebut Lindungi Nelayan...
Sebut Lindungi Nelayan dalam Debat, KNTI: Ahok Sedang Berhalusinasi
A A A
JAKARTA - Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) DKI Jakarta nomor urut dua Ahok-Djarot dinilai tidak sedikitpun berusaha melindungi nelayan Jakarta. Bahkan, realitas di lapangan, keberadaan nelayan di Jakarta mulai terasing dan tersingkirkan.

Namun, dalam debat putaran kedua pasangan cagub-cawagub DKI di Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017) lalu, pasangan petahana, Ahok-Djarot menyebutkan, selama kepemimpinannya telah peduli dan menyejahterakan nelayan. Bahkan, terdakwa kasus penistaan agama ini menganggap dirinya selama ini telah melindungi kepentingan nelayan.

Praktis, ucapan Gubernur Petahana itu mendapat respons dari berbagai kalangan, salah satunya dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Menurut ketua umumnya, Marthin Hadiwinata, Ahok sedang berhalusinasi soal itu.

“Sebagai Petahana, Ahok tidak pernah melakukan sedikitpun upaya melindungi nelayan, bahkan justru membuat resah dan kegaduhan dengan adanya reklamasi,” kata Marthin melalui siaran persnya yang diterima SINDOnews, Jumat (13/4/2017).

Menurut Marthin, para nelayan justru dibuat kesulitan karena perizinan reklamasi terbit tanpa ada partisipasi nelayan. Seharusnya, kata dia, pihaknya diajak bicara terkait reklamasi tersebut,” kata Marthin melalui siaran persnya yang diterima redaksi di Jakarta (13/4)

Marthin juga menilai, Ahok berhalusinasi dengan mengatakan kalau ada hak nelayan tinggal di pulau-pulau reklamasi. Menurutnya, hal tersebut hanya janji kampanye yang tidak mungkin terealisasi. Sebab, pulau reklamasi ditujukan untuk pengembang, itu bisa dilihat dari izin reklamasi yang dibuat dengan peruntukan 5% bagi Pemprov.

Keberadaan nelayan di Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok semakin termarjinalkan. Fakta di lapangan, nelayan mengalami penyingkiran sistematik dengan cara menghilangkan profesi nelayan dalam statistik bahkan dalam pengurusan pembaharuan KTP. “karena berdasarkan pengakuan komunitas nelayan, para nelayan tidak bisa mengajukan profesinya sebagai identitas pekerjaannya," terang Marthin.
(pur)
Berita Terkait
Ahok, Gibran, dan Risma...
Ahok, Gibran, dan Risma Masuk Bursa Cagub DKI di Internal PDIP
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
Survei Cagub DKI: Anies...
Survei Cagub DKI: Anies Baswedan Terkuat, Elektabilitas Ahmad Sahroni di atas Djarot
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Tiga Bakal Cagub Perseorangan...
Tiga Bakal Cagub Perseorangan Daftar Pilgub Jakarta, Baru 2 yang Punya Pasangan
PKS Utamakan Kader Internal...
PKS Utamakan Kader Internal untuk Bursa Cagub DKI Jakarta
Berita Terkini
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
10 menit yang lalu
Pengemudi yang Tutup...
Pengemudi yang Tutup Pelat Nomor Ditindak Pakai Hunting System
26 menit yang lalu
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
1 jam yang lalu
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
2 jam yang lalu
BNPP dan Pemkab Kepulauan...
BNPP dan Pemkab Kepulauan Meranti Percepat Pemerataan Pembangunan Kawasan Perbatasan
2 jam yang lalu
Sopir dan Penumpang...
Sopir dan Penumpang Alphard yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved