KPU Dinilai Tak Profesional Susun Daftar Pemilih Pilgub DKI

Sabtu, 08 April 2017 - 18:25 WIB
KPU Dinilai Tak Profesional...
KPU Dinilai Tak Profesional Susun Daftar Pemilih Pilgub DKI
A A A
JAKARTA - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jakarta menilai KPU DKI Jakarta tidak profesional dalam menyusun Daftar Pemilih Tetap (DPT) putaran kedua Pilgub DKI Jakarta.

Direktur Eksekutif KIPP Jakarta, Rindang Adrai mengatakan ketidakprofesionalan tersebut sudah terlihat dari penyusunan DPT pada putaran pertama dan berlanjut ke putaran kedua.

"Dibuktikan dengan banyaknya warga yang memilih menggunakan KTP elektronik dan Surat Keterangan (Suket) sebanyak 237.003 pemilih," kata Rindang, Sabtu (8/4/2017).

Persoalan ini, kata dia, masih terus berlanjut sampai pada tahapan rekapitulasi DPT putaran kedua yang diselenggarakan di Ruang Binakarna Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada 6 April 2017 yang mengalami kegaduhan.

Hal ini terjadi menurutnya karena ketidakprofesionalan penyelenggara berkaitan dengan aturan-aturan terkait data pemilih antara KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi DKI Jakarta, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), dan Tim pasangan calon.

"Adanya perbedaan pemahaman antara KPU Provinsi DKI Jakarta dengan Dukcapil terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP elektronik. KPU Provinsi DKI Jakarta mengatakan bahwa NIK KTP elektronik memiliki kode provinsi '31'. Di luar kode provinsi tersebut dinyatakan termasuk dalam data invalid," katanya.

"Sementara Dinas Dukcapil menyatakan bahwa NIK KTP elektronik setiap warga negara itu sekali terbit berlaku abadi seumur hidup walaupun pindah lokasi. Sekalinya NIK diterbitkan, mau pindah provinsi pun warga tetap tidak mengalami perubahan NIK pada KTP elektronik. Beda pemahaman inilah yang menyebabkan awal kekisruhan rekapitulasi DPT Putaran Kedua dalam menentukan invalid atau tidaknya data pemilih," katanya.

Sebelumnya, KPU DKI telah menetapkan DPT putara kedua Pilkada DKI Jakarta berjumlah 7.218.280 orang bertambah hanya 109.691 pemilih dibanding DPT putaran pertama. Sementara tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno menemukan 153.000 data pemilih invalid.
(ysw)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
4 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved