Timses Anies-Sandi Fokus Kritisi Selisih 100 Ribu Pemilih di Pilgub DKI
Sabtu, 01 April 2017 - 23:10 WIB
Timses Anies-Sandi Fokus Kritisi Selisih 100 Ribu Pemilih di Pilgub DKI
A
A
A
JAKARTA - Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilgub DKI Jakarta putaran kedua akan ditetapkan pada Selasa, 4 April 2017 mendatang. Tim pemenangan pasangan nomor urut 3 Anies-Sandi akan mengawal penetapan daftar pemiih ini khususnya pada selisih 100.000 warga yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).
“Karena lucu, ada 7,1 juta DPT putaran pertama ditambah DPTb 250.000 seharusnya kan 7,35 juta. Tapi sekarang 7,2 juta, berarti ada 100.000 yang ada bisa jadi itu pemilih ganda,” ucap Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera usai menjadi pembicara diskusi SINDOTrijaya Radio “Adu Program vs Kampanye Hitam” di Warung Daun Cikini Jakarta Sabtu (1/4/2017).
Mardani mengatakan, timnya akan berkordinasi dengan KPU dan Bawaslu untuk memastikan selisih 100.000 pemilih itu agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu. “Nanti akan kita bereskan dengan KPU dan Bawaslu jangan sampai ada pemilih ganda yang tidak berhak memilih ke TPS,” ujar Mardani.
Sebelumnya Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menduga selisih jumlah pemilih dikarenakan ketidakcermatan petugas maupun pemilih pada hari pemungutan suara lalu. Pada hari pencoblosan banyak terjadi kekeliruan terutama soal administrasi pencatatan data pemilih yang datang apakah masuk DPT atau DPTb.
“Ada yang datang tidak bawa C6 justru buru-buru dimasukkan dalam DPTb tanpa mengecek dulu apakah dia ada di DPT atau tidak. Atau dia datang bawa e-KTP sudah disimpulkan masuk pemilih DPTb. Ini kan jadi cenderung tinggi DPTb-nya,” kata Hadar.
“Karena lucu, ada 7,1 juta DPT putaran pertama ditambah DPTb 250.000 seharusnya kan 7,35 juta. Tapi sekarang 7,2 juta, berarti ada 100.000 yang ada bisa jadi itu pemilih ganda,” ucap Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera usai menjadi pembicara diskusi SINDOTrijaya Radio “Adu Program vs Kampanye Hitam” di Warung Daun Cikini Jakarta Sabtu (1/4/2017).
Mardani mengatakan, timnya akan berkordinasi dengan KPU dan Bawaslu untuk memastikan selisih 100.000 pemilih itu agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu. “Nanti akan kita bereskan dengan KPU dan Bawaslu jangan sampai ada pemilih ganda yang tidak berhak memilih ke TPS,” ujar Mardani.
Sebelumnya Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menduga selisih jumlah pemilih dikarenakan ketidakcermatan petugas maupun pemilih pada hari pemungutan suara lalu. Pada hari pencoblosan banyak terjadi kekeliruan terutama soal administrasi pencatatan data pemilih yang datang apakah masuk DPT atau DPTb.
“Ada yang datang tidak bawa C6 justru buru-buru dimasukkan dalam DPTb tanpa mengecek dulu apakah dia ada di DPT atau tidak. Atau dia datang bawa e-KTP sudah disimpulkan masuk pemilih DPTb. Ini kan jadi cenderung tinggi DPTb-nya,” kata Hadar.
(whb)