KPU-Bawaslu DKI Beda Pandangan Tentang Kampanye Negatif
Sabtu, 01 April 2017 - 18:43 WIB
KPU-Bawaslu DKI Beda Pandangan Tentang Kampanye Negatif
A
A
A
JAKARTA - Perbedaan pandangan muncul dari dua penyelenggara pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam menyikapi kampanye negatif (negative campaign) selama pelaksanaan kampanye Pilgub DKI Jakarta 2017.
Ketua Pokja Kampanye KPU DKI Jakarta Dahlia Umar tidak mempersoalkan adanya kampanye negatif yang terjadi selama pelaksanaan kampanye Pilgub DKI. Menurut dia, kampanye negatif diperbolehkan asal berbasis data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Saling serang untuk mengadu program itu sebenarnya boleh-boleh saja, namanya negative campaign itu adu program. Tunjukkan kelebihan diri dan kekurangan orang itu tidak apa asal didukung fakta dan data yang kredibel yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Dahlia saat menjadi pembicara dalam talkshow Polemik Radio SINDOTrijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/4/2017).
Berbeda jika kampanye dilakukan tanpa dasar data dan fakta, menurut Dahlia itu sudah masuk dalam kampanye hitam (black campaign) yang tentunya harus dihindari. “Itu yang sebenanrya harus direspons oleh pengawas. Karena kalau kita lihat di Pasal 69 UU No 10/2016 tentang Pilkada disitu jelas barang siapa yang melakukan kegiatan kampanye yang bernuansa menghina dan menghasut bisa dikenakan ancaman pidana,” tutur Dahlia.
Hal berbeda disampaikan Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti yang meminta agar dua jenis kampanye itu (negatif maupun hitam) tidak lagi dilakukan dalam pagelaran Pilgub DKI 2017. Adanya kesepakatan menjunjung kampanye damai harus jadi pegangan kedua tim pasangan calon untuk menjaga suasana kondusif selama pelaksanaan Pilgub DKI berlangsung.
“Kita imbau tim kampanye bangun suasana positif saja karena kita diawal sudah sepakat untuk membangun kampanye damai. Meski realitasnya (masih) terjadi,” kata Mimah.
Menurut Mimah, kedua pasangan calon sebaiknya saling menguji program unggulannya yang akan dijalankan ketika mereka terpilih nanti. Saling koreksi dan kritik penting untuk menumbuhkan pemahaman warga akan program yang ditawarkan.
“Karena tim kampanye pasti berusaha menyampaikan hal yang terbaik menurut mereka, yang negatif tidak akan dimunculkan. Makanya ini akan dimunculkan oleh lawan,” ucapnya.
Ketua Pokja Kampanye KPU DKI Jakarta Dahlia Umar tidak mempersoalkan adanya kampanye negatif yang terjadi selama pelaksanaan kampanye Pilgub DKI. Menurut dia, kampanye negatif diperbolehkan asal berbasis data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Saling serang untuk mengadu program itu sebenarnya boleh-boleh saja, namanya negative campaign itu adu program. Tunjukkan kelebihan diri dan kekurangan orang itu tidak apa asal didukung fakta dan data yang kredibel yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Dahlia saat menjadi pembicara dalam talkshow Polemik Radio SINDOTrijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/4/2017).
Berbeda jika kampanye dilakukan tanpa dasar data dan fakta, menurut Dahlia itu sudah masuk dalam kampanye hitam (black campaign) yang tentunya harus dihindari. “Itu yang sebenanrya harus direspons oleh pengawas. Karena kalau kita lihat di Pasal 69 UU No 10/2016 tentang Pilkada disitu jelas barang siapa yang melakukan kegiatan kampanye yang bernuansa menghina dan menghasut bisa dikenakan ancaman pidana,” tutur Dahlia.
Hal berbeda disampaikan Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti yang meminta agar dua jenis kampanye itu (negatif maupun hitam) tidak lagi dilakukan dalam pagelaran Pilgub DKI 2017. Adanya kesepakatan menjunjung kampanye damai harus jadi pegangan kedua tim pasangan calon untuk menjaga suasana kondusif selama pelaksanaan Pilgub DKI berlangsung.
“Kita imbau tim kampanye bangun suasana positif saja karena kita diawal sudah sepakat untuk membangun kampanye damai. Meski realitasnya (masih) terjadi,” kata Mimah.
Menurut Mimah, kedua pasangan calon sebaiknya saling menguji program unggulannya yang akan dijalankan ketika mereka terpilih nanti. Saling koreksi dan kritik penting untuk menumbuhkan pemahaman warga akan program yang ditawarkan.
“Karena tim kampanye pasti berusaha menyampaikan hal yang terbaik menurut mereka, yang negatif tidak akan dimunculkan. Makanya ini akan dimunculkan oleh lawan,” ucapnya.
(whb)