Curi Motor, Maradona Terima Pengadilan Jalanan hingga Tewas
Kamis, 23 Maret 2017 - 21:32 WIB
Curi Motor, Maradona Terima Pengadilan Jalanan hingga Tewas
A
A
A
MEDAN - Maradona Nadeak (27), harus meregang nyawa setelah kepergok warga mencuri motor. warga Jalan Sei Lepan II Puji Dadi, Binjai ini menerima pengadilan jalanan dari warga yang emosi di Desa Serba Jadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Kamis (23/3/2017).
Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri mengatakan, pelaku babak belur dihajar massa lantaran alarm sepeda motor korban jenis Honda Beat BK 2373 AGL milik Hendra (28) berbunyi tak lama setelah korban memarkirkannya di lokasi kejadian.
"Mungkin, pelaku tak menyadari kalau sepeda motor korban itu dipasang alarm anti maling," kata Daniel.
Setelah alarm sepeda motornya berbunyi, korban langsung menoleh ke belakang dan melihat sepeda motornya sedang dicongkel pelaku.
"Melihat motornya dicongkel-congkel pelaku, korban langsung berteriak minta tolong. Melihat korbannya sudah berteriak, pelaku lagsung kabur dengan mengendarai angkutan kota," ujarnya.
Namun, warga justru mengejarnya dan menghentikan laju angkot yang ditumpangi pelaku. Setelah berhenti, warga langsung menariknya dari dalam angkot lalu meghajarnya hingga babak belur.
"Tersangka sempat diamankan anggota dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Medan. Tetapi, nyawanya tak lagi bisa ditolong karena kondisinya sangat kritis. Tersangka akhirnya tewas," pungkasnya.
Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri mengatakan, pelaku babak belur dihajar massa lantaran alarm sepeda motor korban jenis Honda Beat BK 2373 AGL milik Hendra (28) berbunyi tak lama setelah korban memarkirkannya di lokasi kejadian.
"Mungkin, pelaku tak menyadari kalau sepeda motor korban itu dipasang alarm anti maling," kata Daniel.
Setelah alarm sepeda motornya berbunyi, korban langsung menoleh ke belakang dan melihat sepeda motornya sedang dicongkel pelaku.
"Melihat motornya dicongkel-congkel pelaku, korban langsung berteriak minta tolong. Melihat korbannya sudah berteriak, pelaku lagsung kabur dengan mengendarai angkutan kota," ujarnya.
Namun, warga justru mengejarnya dan menghentikan laju angkot yang ditumpangi pelaku. Setelah berhenti, warga langsung menariknya dari dalam angkot lalu meghajarnya hingga babak belur.
"Tersangka sempat diamankan anggota dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Medan. Tetapi, nyawanya tak lagi bisa ditolong karena kondisinya sangat kritis. Tersangka akhirnya tewas," pungkasnya.
(nag)