Menulislah agar Tak Hilang di Pusaran Sejarah

Minggu, 19 Maret 2017 - 18:10 WIB
Menulislah agar Tak...
Menulislah agar Tak Hilang di Pusaran Sejarah
A A A
MALANG - Menumbuhkan budaya menulis masih sulit di masyarakat, khususnya di Indonesia. Masyarakat masih senang dengan budaya lisan. Demikian dikatakan Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nurudin.

Nurudin mengatakan,"verba volant, scripta manent". Setiap ucapan yang dituturkan akan hilang. Hal ini berbeda dengan tulisan yang akan bertahan selamanya.

Karena itu, sambung dia, tulisan merupakan sebuah cara dokumentasi yang paling kuat. "Menulislah. Sehebat dan sepintar apa pun, selama engkau tidak menulis, engkau akan hilang di masyarakat dan di pusaran sejarah," kata Nurudin pada Workshop dan Lomba Penulisan Ilmiah bertema 'Menumbuhkan Budaya Menulis yang Kreatif dan Beretika' di Aula Universitas Widyagama Malang, Malang, Sabtu (18/3/2017).

Nurudin yang sudah banyak menghasilkan karya buku itu menegaskan, menulis tidak ada hubungannya dengan bakat, bukan pula soal sibuk maupun tidak sibuk, pintar atau tidak pintar, tetapi soal manajemen waktu dan kemauan untuk menulis.

Lebih lanjut Nurudin mengatakan, kalau kita ingin menjadi penulis, ada dua hal yang harus dilakukan, yakni banyak membaca dan banyak menulis.

"Setahuku, tidak ada jalan lain selain dua hal ini dan tidak ada jalan pintas," kata Nurudin sebagaimana mengutip pesan Stephen King.

Pada Workshop dan Lomba Penulisan Ilmiah bertema 'Menumbuhkan Budaya Menulis yang Kreatif dan Beretika' yang digelar oleh Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Kota Malang dan Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Malang di Aula Universitas Widyagama Malang, Malang, itu Pemimpin Redaksi Malang Post Dewi Yuhana berbagi pengalaman bagaimana menulis artikel dan opini di media massa.

Menurut Dewi, penulis artikel maupun opini perlu memiliki trik, di antaranya harus mengikuti berita terkini, dan mampu menganalisa isu tersebut dari berbagai perspektif.

Saat memaparkan materi, Dewi menanyakan kepada audiens terkait berita apa yang menjadi topik utama. Mayoritas audiens menjawab kompak meninggalnya mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.

"Meninggalnya KH Hasyim Muzadi menjadi headline di semua media, meskipun sudut pandang (angle) berbeda-beda," kata Hana, panggilan akrab Dewi Yuhana.

Sementara, Ketua Jurusan Akuntansi Universitas Widyagama Malang Ana Sopanah memberikan panduan dan strategi bagaimana menulis di jurnal ilmiah. Menurut Ana, menulis buku, artikel populer, dan jurnal memiliki penekanan dan strategi yang berbeda.

Ana menjelaskan, ketika menulis karya ilmiah dalam bentuk jurnal, penulis lebih kaku karena ada pedoman yang harus dipenuhi sesuai dengan gaya jurnal.

"Biasanya menulis jurnal karena kebutuhan publikasi untuk kelulusan dan kenaikan kepangkatan, dan biasanya sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni," kata Ana.

Menurut Ketua Forhati Kota Malang itu, menulis jurnal, berbeda dengan menulis artikel populer yang bisa mengambil tema apa saja sesuai dengan pengalaman maupun pengamatan.

"Apa pun yang akan kita tulis, mulailah dari sekarang, jangan ditunda, yang penting adalah menulis, menulis, dan menulis," pungkas Ana.
(zik)
Berita Terkait
Gelar Acara Forever...
Gelar Acara Forever Young, TBS Bagikan Hadiah Istimewa
Thrill Of Life Super...
Thrill Of Life Super Playground 2022, Sukses Manjakan Komunitas Hobi Jawa Barat
Berbaur dengan Hobi...
Berbaur dengan Hobi Otomotif, Platform Teknologi Finansial Terapkan Stategi Cerdas
Berawal dari Hobi, Iseereds...
Berawal dari Hobi, Iseereds Gelar Kompetisi Arowana Bergengsi
Komunitas Telusur Gang,...
Komunitas Telusur Gang, Upaya Bernostalgia dengan Hangatnya Suasana Perkampungan
Munas IV Asalvo Auto...
Munas IV Asalvo Auto Community, Momentum Perkuat Arah Organisasi
Berita Terkini
Puluhan Pendukung Roy...
Puluhan Pendukung Roy Suryo Hadiri Sidang Putusan Praperadilan di PN Jaksel
7 menit yang lalu
Pramono: Terowongan...
Pramono: Terowongan Plaza Senayan-Senayan City, Urai Macet dan Bisa Jadi Sentra UMKM
32 menit yang lalu
Guest House Makiyyah...
Guest House Makiyyah 2 Pangandaran Dibuka, Perkuat Layanan untuk Jemaah Haji-Umrah
1 jam yang lalu
Tarif Transjakarta Diusulkan...
Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000, Pramono: Segera Dikaji
2 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Berhasil Dipadamkan 45 Persen di Hari ke-7 Penanganan
3 jam yang lalu
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved