Heboh, Warga Tegal Temukan Puluhan Granat di Sawah
Jum'at, 17 Maret 2017 - 20:22 WIB
Heboh, Warga Tegal Temukan Puluhan Granat di Sawah
A
A
A
TEGAL - Warga Kelurahan Slawi Wetan, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dihebohkan dengan penemuan puluhan granat di areal persawahan wilayah setempat. Diduga jumlah granat yang masih tertimbun mencapai ratusan.
Lokasi penemuan granat berada area persawahan, tak jauh dari Markas Batalyon Zeni Tempur (Zipur) 4/TK. Penemuan berawal saat seorang buruh tani, Tomi (21) tengah mengolah tanah dengan garpu untuk ditanami bawang merah, Kamis (16/3/2017) sekitar pukul 10.00 WIB. Warga Desa Krasak, Kecamatan Brebes, Brebes itu kaget ketika ujung garpu menyentuh benda keras.
"Waktu membentur benda keras, kirain batu. Saat diangkat ternyata granat. Pertama ditemukan kemarin (Kamis) tapi baru tadi sekitar jam tiga dilaporkan ke asrama (Markas Batalyon Zipur), dan polisi," kata Tomi kepada SINDOnews, Jumat (17/3/2017).
Menurut Tomi, saat menggali tanah, dirinya dan warga lain sesama buruh tani menemukan lima granat. Saat penggalian yang kembali dilakukan sore tadi, pihaknya menemukan kembali puluhan granat. Seluruhnya merupakan granat jenis nanas yang diduga masih aktif. Kondisi granat tampak sudah berkarat.
"Ada 76 buah yang ditemukan. Semuanya ditemukan ngumpul di satu tempat. Kayaknya juga masih ada yang masih di dalam tanah," ujar Tomi.
Penemuan tersebut dengan cepat menyebar sehingga membuat ratusan warga berdatangan. Mereka memadati lokasi penemuan karena penasaran ingin melihat kondisi granat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena diduga masih banyak granat yang tertimbun dengan kondisi aktif, polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi.
Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo mengatakan, pihaknya sebatas melakukan pengamanan lokasi karena lokasi penemuan masih berada di wilayah Markas Batalion Zipur 4/TK.
"Karena ini di wilayah militer kita koordinasi dengan Kodim dan Kodam. Kami juga sudah koordinasi dengan gegana Brimob. Diduga masih ada ratusan yang tertimbun," katanya kepada SINDOnews, Jumat (17/3/2017).
Hingga pukul 20.00 WIB, tim Gegana dari Brimob Datasemen IIB Pekalongan yang dipanggil untuk mengevakuasi granat belum tiba di lokasi penemuan. Lokasi penemuan juga masih dijaga polisi dan TNI.
Lokasi penemuan granat berada area persawahan, tak jauh dari Markas Batalyon Zeni Tempur (Zipur) 4/TK. Penemuan berawal saat seorang buruh tani, Tomi (21) tengah mengolah tanah dengan garpu untuk ditanami bawang merah, Kamis (16/3/2017) sekitar pukul 10.00 WIB. Warga Desa Krasak, Kecamatan Brebes, Brebes itu kaget ketika ujung garpu menyentuh benda keras.
"Waktu membentur benda keras, kirain batu. Saat diangkat ternyata granat. Pertama ditemukan kemarin (Kamis) tapi baru tadi sekitar jam tiga dilaporkan ke asrama (Markas Batalyon Zipur), dan polisi," kata Tomi kepada SINDOnews, Jumat (17/3/2017).
Menurut Tomi, saat menggali tanah, dirinya dan warga lain sesama buruh tani menemukan lima granat. Saat penggalian yang kembali dilakukan sore tadi, pihaknya menemukan kembali puluhan granat. Seluruhnya merupakan granat jenis nanas yang diduga masih aktif. Kondisi granat tampak sudah berkarat.
"Ada 76 buah yang ditemukan. Semuanya ditemukan ngumpul di satu tempat. Kayaknya juga masih ada yang masih di dalam tanah," ujar Tomi.
Penemuan tersebut dengan cepat menyebar sehingga membuat ratusan warga berdatangan. Mereka memadati lokasi penemuan karena penasaran ingin melihat kondisi granat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena diduga masih banyak granat yang tertimbun dengan kondisi aktif, polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi.
Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo mengatakan, pihaknya sebatas melakukan pengamanan lokasi karena lokasi penemuan masih berada di wilayah Markas Batalion Zipur 4/TK.
"Karena ini di wilayah militer kita koordinasi dengan Kodim dan Kodam. Kami juga sudah koordinasi dengan gegana Brimob. Diduga masih ada ratusan yang tertimbun," katanya kepada SINDOnews, Jumat (17/3/2017).
Hingga pukul 20.00 WIB, tim Gegana dari Brimob Datasemen IIB Pekalongan yang dipanggil untuk mengevakuasi granat belum tiba di lokasi penemuan. Lokasi penemuan juga masih dijaga polisi dan TNI.
(zik)