Kejam, Begini Perlakuan Ayah Tiri yang Akibatkan Kanja Tewas
Selasa, 07 Maret 2017 - 00:09 WIB
Kejam, Begini Perlakuan Ayah Tiri yang Akibatkan Kanja Tewas
A
A
A
BOGOR - Polisi berhasil menemukan titik terang kematian Kanja Isabel Putri (4) yang tewas di rumahnya di Cikeas, Bogor. Polisi juga sudah menetapkan ayah tiri korban, JJ (23) sebagai tersangka dalam kematian bocah berusia empat tahun itu.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, berdasarkan keterangan tersangka, dirinya hanya mendidik korban agar kuat.
"Tersangka mengaku melakukan kekerasan lebih dari sekali terhadap korban alasan atau motifnya semata-mata hanya mendidik anak tirinya agar kuat hingga masa depannya nanti bisa jadi atlet beladiri taekwondo. Jadi tersangka mengaku luka memar di kepala kemudian ditangan karena bekas latihan taekwondo,” jelasnya kepada wartawan, Senin (6/3/2017).
Lebih lanjut ia mengungkapkan khusus mengenai luka di kepala korban, pelaku mengaku saat itu korban disuruh latihan fisik berupa push up, scot jump, dan full up dengan cara kaki di atas kepala di bawah hingga akhirnya korban terjatuh.
“Sedangkan luka bakar di tangan akibat disulut rokok, pelaku mengaku tak sengaja," katanya.
Sedangkan luka bakar melepuh hingga bernanah di kaki korban, pengakuan tersangka, akibat tersiram air panas di dapur. "Tapi kita tidak percaya begitu saja, akan gali terus keterangan dari sejumlah saksi lainnya," katanya.
Sementara itu DY ibu kandung korban saat ini masih menjalani pemeriksaan dan tidak menutup kemungkinan ditetapkan sebagai tersangka.
“Pengakuan ibu kandung korban tidak mengetahui perbuatan suaminya yang melakukan tindak kekerasan. Untuk sementara isterinya masih saksi karena belum cukup bukti, bahkan keterangannya mengaku tidak tahu menahu anaknya meninggal akibat kekerasan yang dilakukan suaminya,” katanya.
Saat ini ada sekitar lima orang diantaranya istri atau ibu kandung korban masih menjalani pemeriksaan. Begitu pula dengan tetangga, nenek dan kakek korban yang saat ini masih diperiksa di Unit PPA Satreskrim Polres Bogor.
“Kita juga akan memintai keterangan dokter forensik dari RS Kramatjati yang melakukan autopsi. Dari hasil autopsi ditemukan sejumlah luka bakar dan memar, di kepala, lengan dan kaki. Kami menduga kekerasan itu lebih dari satu atau dua kali,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, berdasarkan keterangan tersangka, dirinya hanya mendidik korban agar kuat.
"Tersangka mengaku melakukan kekerasan lebih dari sekali terhadap korban alasan atau motifnya semata-mata hanya mendidik anak tirinya agar kuat hingga masa depannya nanti bisa jadi atlet beladiri taekwondo. Jadi tersangka mengaku luka memar di kepala kemudian ditangan karena bekas latihan taekwondo,” jelasnya kepada wartawan, Senin (6/3/2017).
Lebih lanjut ia mengungkapkan khusus mengenai luka di kepala korban, pelaku mengaku saat itu korban disuruh latihan fisik berupa push up, scot jump, dan full up dengan cara kaki di atas kepala di bawah hingga akhirnya korban terjatuh.
“Sedangkan luka bakar di tangan akibat disulut rokok, pelaku mengaku tak sengaja," katanya.
Sedangkan luka bakar melepuh hingga bernanah di kaki korban, pengakuan tersangka, akibat tersiram air panas di dapur. "Tapi kita tidak percaya begitu saja, akan gali terus keterangan dari sejumlah saksi lainnya," katanya.
Sementara itu DY ibu kandung korban saat ini masih menjalani pemeriksaan dan tidak menutup kemungkinan ditetapkan sebagai tersangka.
“Pengakuan ibu kandung korban tidak mengetahui perbuatan suaminya yang melakukan tindak kekerasan. Untuk sementara isterinya masih saksi karena belum cukup bukti, bahkan keterangannya mengaku tidak tahu menahu anaknya meninggal akibat kekerasan yang dilakukan suaminya,” katanya.
Saat ini ada sekitar lima orang diantaranya istri atau ibu kandung korban masih menjalani pemeriksaan. Begitu pula dengan tetangga, nenek dan kakek korban yang saat ini masih diperiksa di Unit PPA Satreskrim Polres Bogor.
“Kita juga akan memintai keterangan dokter forensik dari RS Kramatjati yang melakukan autopsi. Dari hasil autopsi ditemukan sejumlah luka bakar dan memar, di kepala, lengan dan kaki. Kami menduga kekerasan itu lebih dari satu atau dua kali,” jelasnya.
(ysw)