Dua Korban Tubing Sungai Kalisono Masih Hilang
Jum'at, 03 Maret 2017 - 20:43 WIB
Dua Korban Tubing Sungai Kalisono Masih Hilang
A
A
A
SEMARANG - Basarnas Jawa Tengah dan Yogyakarta bersama Tim SAR Gabungan hingga Jumat (3/3/2017) siang ini masih melakukan pencarian atas dua korban tenggelam saat tubing di Sungai Kalisono, Kabupaten Magelang.
Dua korban bernama Syamsul Maarif (30) dan Azis Muslim (30). Keduanya hanyut bersama tiga lainnya, yakni Cahyo (17), Wildan (17) dan Agus Setyawan (30).
Lima warga Tegalrejo, Kabupaten Magelang ini, hanyut pada Kamis (2/3/3017) sekira pukul 17.00 WIB. Cahyo dan Wildan selamat, sementara Agus ditemukan malam harinya dalam kondisi meninggal dunia.
Humas Basarnas Jawa Tengah Maulana Affandi, menyebut saat ini Komandan Basarnas Jawa Tengah di lapangan Budi Resti, mengatakan personel gabungan untuk pencarian dan penyelamatan itu berjumlah 200 orang.
"Baik dari TNI, Polri, BPBD Magelang, Damkar Magelang, PMI, Tagana serta komunitas Tubing Magelang turut serta dalam pencarian," ungkap Affandi.
Upaya pencarian dilakukan dengan susur sungai serta penyisiran menggunakan perahu rafting. Kurang lebih ada 11 jenis perahu rafting yang terjunkan.
"Upaya penyisiran dibagi menjadi beberapa titik. Mulai dari Bendolan Asem hingga Canguk, dilanjutkan hingga Blondo. Dan titik ketiga Blondo hingga Mendut," lanjutnya.
Para korban sebelumnya hanyut dan tenggelam saat latihan river tubing atau meluncur bebas di sungai menggunakan ban dalam di Sungai Kalisono, Bendolan, Ngasem, Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Insiden terjadi saat arus sungai deras karena turun hujan.
Dua korban bernama Syamsul Maarif (30) dan Azis Muslim (30). Keduanya hanyut bersama tiga lainnya, yakni Cahyo (17), Wildan (17) dan Agus Setyawan (30).
Lima warga Tegalrejo, Kabupaten Magelang ini, hanyut pada Kamis (2/3/3017) sekira pukul 17.00 WIB. Cahyo dan Wildan selamat, sementara Agus ditemukan malam harinya dalam kondisi meninggal dunia.
Humas Basarnas Jawa Tengah Maulana Affandi, menyebut saat ini Komandan Basarnas Jawa Tengah di lapangan Budi Resti, mengatakan personel gabungan untuk pencarian dan penyelamatan itu berjumlah 200 orang.
"Baik dari TNI, Polri, BPBD Magelang, Damkar Magelang, PMI, Tagana serta komunitas Tubing Magelang turut serta dalam pencarian," ungkap Affandi.
Upaya pencarian dilakukan dengan susur sungai serta penyisiran menggunakan perahu rafting. Kurang lebih ada 11 jenis perahu rafting yang terjunkan.
"Upaya penyisiran dibagi menjadi beberapa titik. Mulai dari Bendolan Asem hingga Canguk, dilanjutkan hingga Blondo. Dan titik ketiga Blondo hingga Mendut," lanjutnya.
Para korban sebelumnya hanyut dan tenggelam saat latihan river tubing atau meluncur bebas di sungai menggunakan ban dalam di Sungai Kalisono, Bendolan, Ngasem, Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Insiden terjadi saat arus sungai deras karena turun hujan.
(nag)