Kisah Wahyuni dan Praja, Anak Buruh Sawit yang Menderita Polio sejak Kecil

Minggu, 26 Februari 2017 - 14:27 WIB
Kisah Wahyuni dan Praja,...
Kisah Wahyuni dan Praja, Anak Buruh Sawit yang Menderita Polio sejak Kecil
A A A
ACEH TAMIANG - Meski sudah berusia 20 tahunan, Wahyuni dan Praja yang merupakan kakak-adik warga Desa Tanjung Genteng, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, hidup dalam kondisi memprihatinkan atau jauh dari layak. Keduanya menderita polio.

Wahyuni (24) dan Praja (22) adalah anak dari pasangan suami istri Suparno dan Marni. Orang tua mereka sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas perkebunan sawit dengan gaji Rp25 ribu sehari.

Setiap hari, Wahyuni dan Praja ditinggalkan berdua dengan segala keterbatasan mereka. Keduanya tak mampu berjalan dan berbicara seperti anak pada umumnya. Bahkan, berat badan mereka jauh dari normal.

Kisah Wahyuni dan Praja, Anak Buruh Sawit yang Menderita Polio sejak Kecil


Sehari-hari, Wahyuni berusaha merangkak di halaman rumah untuk menikmati udara di siang hari, saat ayah dan ibunya bekerja. Namun, Wahyuni tidak merangkak seperti bayi yang belajar merangkak pada umumnya.

Wahyuni terpaksa mengandalkan badan dan wajahnya untuk bergerak di atas tanah. Tak heran jika wajah dan badan Wahyuni selalu dipenuhi tanah dan debu.

Kondisi yang tak jauh berbeda juga dialami Praja, adik Wahyuni. Praja juga tak mampu berjalan seperti anak sehat pada umumnya. Secara perlahan dan berusaha sekuat tenaga, Praja mengandalkan lututnya untuk bergerak keluar rumah.

Di saat kedua orang tuanya bekerja, Wahyuni dan Praja kadang ditengok oleh kerabatnya, Ngadimin. Namun, Ngadimin pun tak mampu berbuat banyak karena juga hidup dalam kondisi susah.

Menurut Ngadimin, Wahyuni dan Praja menderita polio sejak kecil. Wahyuni dan Praja memiliki dua adik yang masih duduk di bangku SMP.

Dia mengatakan, gaji orang tua Wahyuni dan Praja sebagai buruh sawit tak mampu untuk memberikan asupan gizi layak karena untuk makan sehari-hari saja sangat sulit. Pihak keluarga sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah, agar Wahyuni dan Praja mendapat perhatian khusus.
(zik)
Berita Terkait
Pentingnya Determinan...
Pentingnya Determinan Sosial Kesehatan untuk Mengatasi Ketimpangan Kesehatan di Indonesia
Konsisten Atasi Masalah...
Konsisten Atasi Masalah Kemiskinan dan Sanitasi, SPV Sabet 3 Penghargaan
Budiman Sudjatmiko Sebut...
Budiman Sudjatmiko Sebut Cek Kesehatan Gratis Cegah Orang Jatuh Miskin
DPRD Minta Perbup Pengganti...
DPRD Minta Perbup Pengganti SKTM Permudah Layanan Kesehatan Warga Kendal
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
7 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
8 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
8 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
9 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
9 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved