Diduga Lecehkan Tahanan Wanita, Kalapas Bukittinggi Diperiksa Kanwil Kemenkumham Sumbar

Jum'at, 24 Februari 2017 - 05:46 WIB
Diduga Lecehkan Tahanan...
Diduga Lecehkan Tahanan Wanita, Kalapas Bukittinggi Diperiksa Kanwil Kemenkumham Sumbar
A A A
BUKITTINGGI - Pihak Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Sumatera Barat mendatangi Lapas Bukittinggi, Kamis (23/2/2017) malam guna melakukan penyelidikan internal terkait dugaan pelecehan seksual oleh kalapas terhadap salah seorang tahanan wanita. Kalapas beserta sejumlah saksi diperiksa. Korban yang diduga dilecehkan pun dimintai keterangan.

Kepala Bidang Keamanan, Kesehatan, dan Perawatan Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat Eria Gulman saat mendatangi Lapas Bukittinggi mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Lisabetha Hardiarto, kalapas setempat. Dari hasil pemeriksaan sementara, kalapas diperintahkan untuk menghadap ke Kakanwil Kemenkumham Sumbar di Padang.

Sementara itu, sejumlah saksi dan korban yang diduga mengalami pelecehan seksual juga diperiksa dan diklarifikasi.

"Alhamdulillah semua di dalam sudah kondusif dan aman, mereka semua sudah tidur. Terhadap kalapas prosesnya nanti terserah kakanwil. Tadi atas perintah kakanwil, kalapas disuruh menghadap kakanwil. Saat ini kita sudah melakukan penyelidikan internal, sudah periksa kalapas yang bersangkutan dan saksi-saksi. Korban Vani sendiri juga sudah kita klarifikasi dan nanti hasilnya belum bisa kita sampaikan," jelas Eria.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual oleh kalapas terhadap tahanan wanita ini terungkap saat korban bernama Vani (18) tiba-tiba menangis seusai keluar dari ruangan kalapas, Kamis siang kemarin.

Saat ditanyai teman sekamarnya, Vani mengaku kembali mengalami pelecehan seks oleh kalapas. Saat kejadian, Vani sedang mencuci piring dan gelas di toilet di dekat ruang kalapas. Saat dia jongkok, kalapas tiba-tiba meremas dadanya dari belakang. Kaget dan tidak terima, Vani langsung berteriak dan lari ke sel tahanannya.

Para napi lain yang mendengar penuturan Vani langsung mengamuk dan memicu kericuhan. Beruntung kerusuhan tidak meluas dan berhasil diredam oleh para sipir lapas.

Kalapas Bukittinggi Lisabetha Hardiarto mengatakan, untuk mengamankan suasana kericuhan yang terjadi, dia tidak mau membantah tuduhan pelecehan yang diarahkan kepadanya. Dia menjelaskan tidak meminta secara khusus kepada Vani untuk membantunya membersihkan piring dan gelas kotor di ruangannya.

"Namun, Vani datang ke ruangan dan saya suruh ke toilet untuk bersih-bersih piring dan gelas. Saat itu Vani mungkin tersentuh oleh saya dan dia tidak diterima. Saya sudah dilaporkan ke polisi dan menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk menyatakan apakah perbuatan saya salah atau tidak," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Motivator dan Pendiri...
Motivator dan Pendiri SMA SPI Malang Ditangkap dan Langsung Ditahan di Lapas Lowokwaru
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Komnas HAM Turun Tangan...
Komnas HAM Turun Tangan Selidiki Dugaan Penganiayaan Napi di Lapas Yogyakarta
Panjat Tembok, 3 Narapidana...
Panjat Tembok, 3 Narapidana Anak Lapas Kelas II Maros Melarikan Diri
Putuskan Mualaf, Bos...
Putuskan Mualaf, Bos Perusahaan Pelaku Pelecehan Seksual Segera Dikhitan
Berita Terkini
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
25 menit yang lalu
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
1 jam yang lalu
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
1 jam yang lalu
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
1 jam yang lalu
Ditpolairud Polda Metro...
Ditpolairud Polda Metro Jaya Salurkan Kursi Roda bagi Warga Pesisir Cilincing
1 jam yang lalu
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
2 jam yang lalu
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved